SINTANG, ujungjemari.id- Perbaikan jalan, pembangunan fasilitas pendidikan, penyediaan air bersih hingga bantuan untuk kelompok tani menjadi sejumlah aspirasi masyarakat yang dihimpun Fraksi Amanat Persatuan DPRD Kabupaten Sintang dalam kegiatan reses ketiga masa persidangan III tahun 2026.
Juru Bicara Fraksi Amanat Persatuan, Anton Isdianto, menyampaikan bahwa seluruh anggota fraksi telah melaksanakan reses pada 23–28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan melihat kebutuhan pembangunan di daerah pemilihan masing-masing.
Salah satu wilayah yang menyampaikan banyak usulan adalah Desa Gurung Kempadik, Kecamatan Sungai Tebelian. Masyarakat meminta peningkatan jalan Simpang Gurung menuju Dedai, pembangunan jalan usaha tani, serta perbaikan sejumlah jalan lingkungan.
Warga juga mengusulkan bantuan hand traktor untuk kelompok tani, bibit kelapa sawit, serta pengadaan sarana hidroponik bagi kelompok PKK. Di bidang pendidikan dan kesehatan, terdapat usulan pengadaan proyektor untuk MI Darul Ilmi, penyelesaian pembangunan pos pelayanan kesehatan, dan penambahan ruang kelas PAUD Estetika.
Aspirasi lainnya datang dari Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian. Warga meminta peningkatan jalan Simpang Manter–Kajang Baru, penyelesaian gedung serbaguna, serta pembangunan fasilitas sekolah seperti laboratorium, perpustakaan, dan MCK SMPN 6. Penambahan guru Bahasa Inggris dan guru Agama Katolik juga menjadi kebutuhan yang disampaikan.
Di Kecamatan Sintang, masyarakat Desa Baning Kota mengusulkan pembangunan drainase Gang Pancasila, turap Sungai Setelok, serta peningkatan kualitas jembatan RT 5. Sementara warga Desa Tebing Raya meminta sumur bor dan pengaspalan jalan poros desa.
Kebutuhan air bersih juga muncul dalam aspirasi warga Desa Tanjung Klansam dan Teluk Klansam. Selain itu, masyarakat Desa Mungguk Bantok mengusulkan pembangunan jalan rabat beton dan pengadaan satu unit mobil ambulans desa.
Anton mengatakan, berbagai usulan tersebut merupakan masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan. Hasil reses diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.
“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Aspirasi ini akan kami sampaikan agar dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti pemerintah daerah sesuai skala prioritas,” pungkasnya.










