SINTANG, ujungjemari.id- Penanganan jalan SP3 Bedayan melalui program UPJJ dinilai belum cukup untuk menjawab persoalan kerusakan yang sudah berlangsung lama. Anggota DPRD Sintang, Kusnadi, mendorong adanya perbaikan permanen melalui dukungan anggaran yang lebih besar.
Kusnadi mengakui langkah cepat pemerintah daerah patut diapresiasi. Perbaikan melalui UPJJ dinilai mampu menjadi solusi sementara agar akses masyarakat tidak terputus.
“Upaya penanganan ini kita apresiasi, tetapi harus dipahami bahwa sifatnya masih sementara,” ucapnya Kamis 2 April 2026 kemarin.
Ia menegaskan kondisi jalan yang rusak parah membutuhkan penanganan yang lebih serius. Kerusakan yang terjadi tidak hanya di satu titik, tetapi hampir sepanjang ruas jalan.
Menurutnya, masyarakat sudah berulang kali melakukan perbaikan secara swadaya. Namun keterbatasan kemampuan membuat hasilnya tidak bertahan lama.
“Masyarakat sudah sering swadaya untuk memperbaiki jalan, tetapi memang tidak mampu karena kerusakannya cukup berat,” katanya.
Kusnadi juga menyoroti pentingnya peran pemerintah pusat dalam membantu perbaikan infrastruktur di daerah. Ia mendorong agar penanganan jalan Bedayan dapat diusulkan melalui dana Instruksi Presiden.
“Dukungan dana inpres sangat diperlukan agar perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya bertahan lama,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa perbaikan menggunakan UPJJ saja tidak akan cukup kuat menghadapi kondisi lapangan. Struktur jalan membutuhkan peningkatan kualitas agar mampu menahan beban kendaraan.
Kusnadi berharap usulan tersebut bisa segera ditindaklanjuti. Ia ingin jalan Bedayan tidak lagi menjadi keluhan warga setiap tahun.
“Kalau hanya mengandalkan UPJJ, tentu tidak akan bertahan lama. Kita butuh perbaikan permanen,” pungkasnya.






