SINTANG, ujungjemari.id- Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, merespons usulan Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang agar Jalan Bedayan di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, dimasukkan dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Lasarus menegaskan, kerusakan infrastruktur jalan di Sintang bukan hanya terjadi di Bedayan. Ia menyebut indeks infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Kalimantan Barat.
Berdasarkan data dinas PU Sintang, dari total 1.787 kilometer jalan kabupaten, hanya 13,13 persen yang berada dalam kondisi mantap.
“Indeks infrastruktur jalan di Sintang hanya sekitar 12 persen. Ini jauh di bawah Melawi 34 persen, Sekadau 36 persen, Sanggau 37 persen, dan Kapuas Hulu 38 persen,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan jalan rusak di Sintang bersifat menyeluruh, bukan hanya di satu titik.
Terkait Jalan Bedayan, Lasarus menyampaikan bahwa ruas tersebut sebenarnya sudah masuk dalam rencana pembangunan sebelum menjadi perhatian publik.
“Bedayan kebetulan saja menjadi sorotan. Sebelum viral pun sudah kami agendakan. Di Sepauk, ruas yang akan dibangun dimulai dari Manis Raya ke Bulu Kuning, lalu dilanjutkan ke Desa Libau. Bedayan berada di antara ruas itu,” jelasnya.
Ia menegaskan, melalui program Inpres Jalan Daerah, pemerintah akan memprioritaskan seluruh ruas jalan yang dinilai mendesak di Kabupaten Sintang.
“Bukan hanya Bedayan, tetapi semua jalan daerah yang kondisinya mendesak akan menjadi prioritas,” tambahnya.
Lasarus juga menyoroti beratnya kondisi masyarakat akibat infrastruktur yang rusak, terutama saat musim hujan. Ia berharap pemerintah pusat tetap mengalokasikan anggaran untuk program IJD pada tahun 2026.
“Kami berharap anggaran IJD tetap menjadi prioritas, meskipun saat ini kami belum menerima pagu indikatifnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, keterbatasan anggaran daerah turut memperparah kondisi pembangunan infrastruktur. Pemangkasan anggaran di tingkat kabupaten dan provinsi membuat banyak daerah kesulitan menangani kerusakan jalan.
“Kami menerima banyak keluhan dari kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur,” ujarnya.
Lasarus juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bedayan yang telah menyuarakan kondisi jalan di wilayahnya. Menurutnya, aspirasi tersebut mewakili kondisi banyak daerah lain di Kalimantan Barat.
“Mereka mewakili suara masyarakat yang mengalami kondisi serupa. Kita berharap penanganan bisa dilakukan secara bertahap,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam menekan biaya produksi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan infrastruktur yang baik, biaya logistik turun, ekonomi tumbuh, dan masyarakat bisa lebih sejahtera,” pungkasnya.










