SINTANG, ujungjemari.id- Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Jimi Monopo meminta pemerintah daerah dan pusat segera memberi perhatian serius terhadap kondisi Jalan Sintang-Ketungau yang hingga kini masih rusak parah. Ia menilai persoalan tersebut sudah terlalu lama dikeluhkan tanpa kejelasan penanganan.
Wakil rakyat daerah pemilihan Kecamatan Ketungau dan Binjai ini mengatakan kondisi jalan di wilayah perbatasan sangat memprihatinkan dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Jalan Sintang-Ketungau ini sudah puluhan tahun rusak dan belum ada perbaikan yang berarti. Ini harus segera ditangani,” ujar Jimmy, Kamis 2 April 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan jalan membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari distribusi barang, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Kondisi tersebut juga membuat biaya transportasi menjadi lebih mahal.
“Kalau jalan rusak, semua aktivitas ikut terhambat. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Jimmy mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang cepat merespons kerusakan jalan di Bedayan, Kecamatan Sepauk. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan pemerintah hadir menjawab keluhan warga.
“Langkah pemerintah menangani jalan Bedayan patut diapresiasi. Respons seperti ini memang dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.
Namun ia mengingatkan agar perhatian tidak hanya terpusat pada satu ruas jalan. Ia menilai wilayah Ketungau juga membutuhkan penanganan yang sama seriusnya.
“Jangan sampai ada kesan pilih kasih. Jalan di Ketungau juga perlu perhatian karena kondisinya jauh dari layak,” tegasnya.
Jimi menilai keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala, tetapi bukan alasan untuk menunda perbaikan. Ia mendorong pemerintah daerah aktif mencari dukungan dari pemerintah pusat.
“Kalau mengandalkan APBD memang terbatas. Karena itu harus diusulkan ke pusat supaya ada solusi,” katanya.
Ia meminta agar perbaikan Jalan Sintang-Ketungau segera diusulkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat melalui program Inpres Jalan Daerah.
“Kita harap segera diusulkan agar bisa ditangani melalui anggaran pusat,” ujarnya.
Jimi juga menyoroti sulitnya akses menuju Ketungau Hulu. Warga yang hendak ke Senaning harus memutar melalui Kabupaten Sanggau karena kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui.
Ia berharap ada langkah nyata agar masyarakat di wilayah perbatasan bisa menikmati akses yang layak seperti daerah lainnya.
“Wilayah perbatasan juga berhak mendapatkan perhatian yang sama dalam pembangunan,” pungkasnya.








