Rumpak Minta Usulan Warga Dikumpulkan Satu Pintu agar Tak Terlewat

oleh

SINTANG, ujungjemari.id- Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohanes Rumpak, meminta masyarakat mengorganisasi usulan pembangunan melalui satu orang koordinator. Langkah ini dinilai penting agar aspirasi warga dapat terdata dengan baik dan tidak terlewat dalam proses pembahasan anggaran daerah.

Hal itu disampaikan Rumpak saat melaksanakan reses bersama masyarakat di Aula CUKK, pada Kamis, 29 Oktober 2026 malam.

Rumpak menjelaskan, banyaknya aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam memperjuangkannya. Apalagi, setiap tahun terdapat ratusan usulan yang harus dihimpun, dipelajari dan dibahas bersama pemerintah daerah.

Politisi PDI Perjuangan inj menyebut, jumlah usulan yang masuk setiap tahun diperkirakan mencapai 600 usulan. Kondisi tersebut membuat pendataan dan pembahasan membutuhkan perhatian serius agar aspirasi masyarakat tidak terabaikan.

“Saya lihat setiap tahun hampir 600 usulan. Begitu banyak usulannya, sehingga dalam proses pembahasan bisa saja ada yang terlewat,” ungkap Rumpak.

Karena itu, ia mengajak warga yang hadir dalam reses untuk menunjuk satu orang sebagai koordinator pengumpulan aspirasi. Setiap lingkungan dapat menyampaikan kebutuhan masing-masing, kemudian dihimpun agar lebih mudah disampaikan dan ditindaklanjuti.

Menurut Rumpak, mekanisme tersebut bukan untuk membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Sebaliknya, cara itu diharapkan membuat usulan lebih tertata, jelas dan mudah dipantau.

Ia mencontohkan, warga yang mengusulkan perbaikan jalan di Gang Cendana dapat menyampaikan kebutuhan tersebut melalui koordinator yang telah disepakati bersama.

Wakil rakyat dapil Sintang Kota inj juga menjelaskan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan. Sebab, proses penyusunan APBD harus melalui pembahasan bersama DPRD dan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, masyarakat tetap memiliki ruang untuk mengusulkan berbagai kebutuhan, baik pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan ekonomi.

“Saya ingin usulan dari masyarakat ini bisa dikumpulkan dengan jelas. Jadi, ketika diperjuangkan, datanya ada dan tidak mudah terlewat,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan reses untuk menyampaikan kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas di lingkungan masing-masing.

“Sehingga ya aspirasi warga memiliki dasar yang lebih jelas untuk diperjuangkan secara kelembagaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *