SINTANG, ujungjemari.id- Rencana pelebaran jalan lintas Melawi di Kabupaten Sintang mulai disiapkan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas infrastruktur untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di masa mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Mursalin, mengatakan pelebaran jalan tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi ruas jalan saat ini dinilai belum memenuhi standar.
“Untuk mengurai kemacetan di Kota Sintang ada rencana duplikasi Jembatan Melawi. Saat ini jalan lintas Melawi tidak memenuhi standar karena kurang lebar, sehingga perlu pelebaran 4 meter kiri dan kanan,” ujar Mursalin, Kamis 16 April 2026 kemarin.
Menurutnya, pelebaran jalan menjadi bagian penting agar peningkatan kapasitas jembatan nantinya tidak terhambat oleh kondisi jalan yang sempit.
“Rencananya akan ada penambahan sekitar 4 meter di kiri dan kanan. Saat ini progresnya akan dilakukan FS atau studi kelayakan oleh kementerian,” jelasnya.
Meski jalan lintas Melawi bukan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, Mursalin menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab dalam mendukung pembangunan, khususnya terkait pembebasan lahan.
“Untuk pembebasan lahan memang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Namun saya rasa tidak menjadi masalah, karena di sepanjang jalan sudah ada daerah sempadan jalan atau ruang milik jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ruang milik jalan di lintas Melawi memiliki lebar sekitar 22 meter, sehingga pelebaran jalan masih berada dalam koridor tersebut.
“Untuk lintas Melawi, kalau tidak salah sekitar 22 meter. Jadi jika diambil 4 meter kiri dan kanan, sebenarnya tidak perlu pembebasan lahan,” tegasnya.
Dari sisi kesiapan, pemerintah daerah juga telah melakukan survei lapangan dan inventarisasi sebagai langkah awal mendukung rencana tersebut.
“Dari jembatan sampai ke Tugu Simpang Lima, sudah kita lakukan inventarisasi di lapangan,” katanya.
Mursalin menambahkan, rencana pelebaran jalan ini tidak terlepas dari pengembangan Jembatan Melawi yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh pemerintah pusat.
“Kita kan ada dua opsi, yang pertama duplikasi Jembatan Melawi atau membangun jembatan di perhuluan Sungai Melawi. Dari FS itu nanti akan ditentukan prioritasnya,” ujarnya.
Dikatakan Mursalin, dengan rencana tersebut, masyarakat di sepanjang lintas Melawi diharapkan dapat memahami arah pembangunan ke depan, terutama terkait pelebaran jalan yang akan dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas infrastruktur di Kabupaten Sintang.
Meski sosialisasi belum menyeluruh, pemerintah memastikan informasi sudah disampaikan secara bertahap kepada masyarakat.
“Kalau sosialisasi secara menyeluruh mungkin belum sepenuhnya, tetapi secara bertahap sudah dilakukan,” ujarnya.







