SINTANG, ujungjemari.id- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang memperkuat peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni UPJJ untuk merespon cepat kerusakan infrastruktur di tingkat kecamatan. Langkah ini diambil guna mengatasi kendala geografis dan birokrasi dalam pemeliharaan jalan darurat.
Kepala Dinas PU Sintang, Mursalin, menegaskan bahwa kecepatan respon tim lapangan sangat krusial di tengah rendahnya tingkat kemantapan jalan yang ada.
Saat ini, Dinas PU menyiagakan empat set alat berat yang dikelola secara mandiri oleh tim di setiap wilayah UPJJ. Strategi ini bertujuan agar penanganan jalan rusak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proses lelang yang memakan waktu lama.
“Empat set UPJJ ini yang kita harapkan bisa membantu menunjang program kita dalam pemeliharaan jalan,” ungkap Mursalin, Kamis 16 April 2026.
Mursalin mengakui bahwa anggaran daerah yang pas-pasan menuntut efisiensi tinggi dalam penggunaan alat berat. Melalui UPJJ, pemeliharaan rutin seperti penimbunan dan perataan jalan tanah dapat dilakukan secara terjadwal.
“Jalan-jalan yang memang tidak mampu kita tingkatkan, paling tidak kita fungsionalkan agar mobilitas warga tidak terhambat,” tambahnya.
Fokus utamanya adalah mencegah terjadinya isolasi wilayah akibat jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan. Kehadiran alat berat di titik-titik strategis diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat pelosok.
Pemerintah berupaya menjaga agar konektivitas antar-desa tetap berjalan lancar meski standar jalan beraspal belum bisa terpenuhi secara menyeluruh. Dinas PU berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang ada demi kepentingan publik yang lebih luas.
Situasi infrastruktur Sintang yang masih didominasi jalan tanah menuntut kesigapan personil di lapangan setiap harinya. Mursalin memastikan koordinasi antara kepala UPT dan instansi terkait tetap berjalan solid guna menjawab keluhan warga.
“Peran Dinas PU sangat-sangat vital, karena memang di misinya itu sudah urutan satu,” tegas Mursalin.








