SINTANG, ujungjemari.id– Komisi C DPRD Sintang berencana memanggil manajemen RSUD Ade M Djoen untuk meminta penjelasan terkait meninggalnya seorang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemanggilan itu diperlukan untuk mengetahui secara jelas persoalan pelayanan yang terjadi sebelum pasien meninggal dunia.
Sekretaris Komisi C DPRD Sintang, Ardi, mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar. DPRD masih menunggu hasil pemeriksaan internal rumah sakit, termasuk penjelasan mengenai persoalan administrasi yang dialami keluarga pasien saat proses pendaftaran.
Salah satu informasi yang diterima DPRD adalah keluarga pasien disebut diminta menunjukkan KTP asli, sementara dokumen yang dibawa hanya berupa fotokopi. Padahal, menurut informasi yang diterima Ardi, penggunaan fotokopi sebenarnya diperbolehkan dalam ketentuan rumah sakit.
“Ini juga menjadi atensi kita di Komisi C. Nanti beberapa hari ke depan mungkin akan kita panggil pihak rumah sakit, termasuk direktur dan kepala ruangan, untuk rapat kerja mengenai persoalan pelayanan ini,” kata Ardi saat ditemui di DPRD Sintang, Rabu (4/11/2026).
Menurut Ardi, pemanggilan tersebut penting agar DPRD mendapatkan penjelasan langsung dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pelayanan rumah sakit. Pemeriksaan juga perlu memastikan apakah terjadi kesalahan penyampaian informasi oleh petugas atau kesalahpahaman dalam situasi keluarga yang sedang panik.
Politisi Partai Gerindra inj menegaskan, pengawasan terhadap pelayanan kesehatan merupakan bagian dari perhatian Komisi C. Setiap keluhan masyarakat harus mendapat penjelasan dan tindak lanjut agar kualitas pelayanan rumah sakit terus diperbaiki.
Ardi juga mengingatkan bahwa pelayanan di IGD tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi ketika pasien membutuhkan pertolongan segera. Rumah sakit harus memastikan petugas memahami prosedur penanganan pasien dalam kondisi darurat.
“Sebagai Komisi C, kita terus mendorong agar pelayanan rumah sakit semakin baik. Kita ingin masyarakat yang datang untuk mendapatkan pertolongan benar-benar dilayani dengan baik dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.










