SINTANG, ujungjemari.id- Status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serawai yang telah meningkat menjadi rumah sakit Tipe D sejak Januari 2024 terancam turun kembali. Keterbatasan tenaga dokter menjadi salah satu persoalan yang disoroti Komisi C DPRD Kabupaten Sintang karena dapat memengaruhi pemenuhan persyaratan rumah sakit.
Ketua Komisi C DPRD Sintang, Anastasia, mengatakan persoalan tersebut dibahas dalam rapat bersama pihak rumah sakit, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta instansi terkait, Kamis (5/11/2026) kemarin.
Menurut Anastasia, jumlah dokter yang tersedia di RSUD Serawai maupun puskesmas di Kecamatan Serawai masih menjadi perhatian. Padahal, ketersediaan tenaga medis merupakan salah satu hal penting untuk memenuhi ketentuan dan mempertahankan status fasilitas pelayanan kesehatan.
“Yang dibicarakan tadi RSUD dan puskesmas yang ada di Serawai. Karena keterbatasan dokter, status RSUD bisa terpengaruh. Kalau persyaratannya tidak terpenuhi, ada kemungkinan turun menjadi rumah sakit pratama,” kata Anastasia.
RSUD Serawai sebelumnya merupakan Rumah Sakit Pratama yang diresmikan Bupati Sintang saat itu, Jarot Winarno, pada 12 November 2018. Sejak Januari 2024, fasilitas kesehatan yang berada di Desa Mekar Sari tersebut ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D.
Anastasia berharap peningkatan status yang sudah dicapai tidak sampai mundur akibat persoalan kekurangan tenaga dokter. Menurutnya, keberadaan rumah sakit sangat penting bagi masyarakat Serawai dan sekitarnya, terutama karena jarak menuju pusat Kabupaten Sintang cukup jauh.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Dinas Kesehatan memperhatikan kebutuhan tenaga dokter, baik untuk RSUD Serawai maupun puskesmas. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan agar kekurangan tenaga medis dapat segera dicarikan solusi.
“Kita berharap kebutuhan dokternya bisa diperhatikan. Jangan sampai karena tenaga dokter tidak mencukupi, status fasilitas kesehatan turun dan pelayanan kepada masyarakat ikut terdampak. Masyarakat di Serawai juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” pungkasnya.









