SINTANG, ujungjemari.id- Anak-anak di Kabupaten Sintang perlu mendapat kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar. Kemampuan ini penting agar mereka memiliki bekal menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terbuka.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, menyambut positif penyelenggaraan Lomba Spelling Bee tingkat SD/MI yang digelar Sekolah Karya Bangsa pada Selasa, 3 November 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan mengeja kata dalam bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri dan kemampuan anak.
Ia menilai, anak-anak perlu diberikan ruang untuk mencoba dan menunjukkan kemampuan mereka. Sebab, tidak sedikit anak yang sebenarnya memiliki potensi, tetapi belum mendapatkan kesempatan untuk mengembangkannya.
“Anak-anak kita harus mulai dibiasakan belajar dan berani menggunakan bahasa Inggris. Jangan takut salah. Kemampuan itu perlu dilatih sejak dini, sehingga ketika mereka dewasa sudah memiliki bekal untuk menghadapi tantangan yang lebih luas,” kata Anastasia.
Menurut politisi partai NasDem inj, kemampuan bahasa Inggris dapat membantu anak memperoleh informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber. Penguasaan bahasa asing juga membuka kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Namun, Anastasia mengingatkan agar kegiatan pengembangan kemampuan siswa tidak hanya terpusat di sekolah-sekolah tertentu. Pelajar dari sekolah negeri maupun swasta, termasuk yang berada di kecamatan, harus memiliki kesempatan yang sama.
“Jangan sampai kegiatan seperti ini hanya bisa diikuti anak-anak yang sekolahnya berada di pusat kota. Anak-anak di daerah juga memiliki potensi. Mereka perlu diberi kesempatan, ruang belajar dan pembinaan agar bisa berkembang,” ujarnya.
Anastasia berharap kegiatan Spelling Bee yang diinisiasi Sekolah Karya Bangsa dapat mendorong sekolah lain mengadakan kegiatan serupa. Persaingan yang sehat antarpelajar dinilai dapat memacu semangat belajar sekaligus membantu menemukan anak-anak berbakat.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya berada di tangan sekolah. Orang tua, pemerintah dan masyarakat perlu ikut mendukung perkembangan kemampuan anak.
“Pendidikan itu bukan cuma soal nilai di rapor. Anak-anak juga perlu dibekali keberanian, keterampilan, dan kepercayaan diri supaya bisa bersaing. Harapan kita, semakin banyak anak di Sintang punya kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi,” pungkasnya.










