SINTANG, ujungjemari.id- Pembangunan jembatan di sejumlah wilayah Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, yang telah memiliki pondasi abutment diminta segera dilanjutkan. Infrastruktur tersebut jangan sampai terbengkalai karena masyarakat masih membutuhkan akses penghubung yang layak dan aman.
Anggota DPRD Sintang, Juni, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang memberi perhatian terhadap kelanjutan pembangunan jembatan, terutama di Sungai Inggar, Desa Tuguk, serta jembatan di Desa Sungai Buaya.
Politisi Partai Gerindra itu menilai pembangunan pondasi merupakan tahapan penting yang harus ditindaklanjuti dengan pekerjaan berikutnya. Jika tidak dilanjutkan, fasilitas yang sudah dibangun belum bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah perlu melihat kembali jembatan-jembatan yang pondasi abutment-nya sudah dibangun. Jangan sampai pekerjaan berhenti hanya pada pondasi. Kita berharap pembangunan bagian berikutnya bisa dilanjutkan sehingga jembatan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Juni, Sabtu 31 Oktober 2026.
Pembangunan Jembatan Sungai Inggar di Desa Tuguk sebenarnya sudah dicanangkan sejak 1 April 2019. Saat itu, Bupati Sintang yang menjabat kala itu, Jarot Winarno, melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan rangka baja. Skema yang disepakati, Pemkab Sintang membangun abutment, sedangkan rangka baja disediakan PT Gunas.
Sementara itu, pekerjaan abutment Jembatan Sungai Buaya telah dilaksanakan pada 2022. Pemerintah daerah ketika itu merencanakan pekerjaan lanjutan pada tahun anggaran 2023. Namun, kelanjutan pembangunan kedua jembatan tersebut masih menjadi kebutuhan yang perlu diperjuangkan.
Juni mengatakan, keberadaan jembatan sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap pelayanan dasar. Karena itu, pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.
Ia juga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada dua lokasi tersebut, tetapi turut mendata jembatan lain yang sudah memiliki pondasi namun belum diselesaikan.
“Ini menyangkut kebutuhan masyarakat. Kami berharap Pemkab Sintang menyusun langkah konkret agar pembangunan bisa dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Jangan sampai pondasi yang sudah dibangun tidak memberikan manfaat karena jembatannya belum selesai,” pungkasnya.










