Pemda Sintang Dukung Perjuangan Kesetaraan Guru PAUD Nonformal

oleh

SINTANG, ujungjemari.id- Pengakuan dan kesetaraan hak guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal masih menjadi pekerjaan rumah dalam dunia pendidikan Indonesia. Pemerintah Kabupaten Sintang menyatakan dukungan terhadap perjuangan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) agar para pendidik tersebut mendapatkan pengakuan dan hak yang setara.

Dukungan itu disampaikan Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny saat menghadiri ramah tamah bersama peserta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 HIMPAUDI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di GOR Apang Semangai, Sabtu 31 Oktober 2026 kemarin malam.

Ronny menilai perjuangan HIMPAUDI selama 21 tahun menunjukkan besarnya pengabdian para pendidik PAUD dalam membangun generasi sejak usia dini. Menurutnya, guru PAUD memiliki peran penting yang tidak bisa dipisahkan dari proses pembentukan sumber daya manusia.

Ia mengaku bangga karena kegiatan di Sintang dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi guru PAUD nonformal kepada pemerintah pusat.

Bagi Ronny, persoalan pengakuan terhadap guru PAUD nonformal perlu mendapat perhatian. Mereka telah menjalankan tugas pendidikan dan mendampingi anak-anak, tetapi masih memperjuangkan kesetaraan hak sebagai tenaga pendidik.

“Dan ternyata HIMPAUDI sudah berusia 21 tahun. Jangan-jangan ada anak-anak yang 21 tahun lalu diajar oleh guru PAUD, saat ini sudah menjadi pejabat. Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh guru PAUD, terutama yang tergabung di dalam HIMPAUDI Provinsi Kalimantan Barat,” terang Ronny.

Mantan ketua DPRD Sintang ini menegaskan, Pemkab Sintang mendukung perjuangan organisasi tersebut agar guru PAUD nonformal memperoleh pengakuan yang layak. Dukungan itu diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap dunia pendidikan anak usia dini.

Selain persoalan pendidikan, Ronny berharap pertemuan peserta dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan kerja sama antardaerah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan selama Sintang menjadi tuan rumah.

“Kami juga mendukung perjuangan HIMPAUDI dalam mewujudkan pengakuan dan kesetaraan guru PAUD nonformal di Indonesia,” ucapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *