SINTANG, ujungjemari.id- Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan dalam rencana penataan Simpang Tugu Jam di Kabupaten Sintang pada 2027. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang membantu proses negosiasi dengan masyarakat agar penataan simpang yang kerap menjadi titik kemacetan di Kota Sintang itu dapat berjalan.
Hal tersebut disampaikan Lasarus saat menghadiri pembukaan Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Sintang di Rumah Retret Temenggung Tukong, Kecamatan Kelam Permai, Selasa (27/10/2026).
Lasarus mengatakan, penataan Simpang Tugu Jam menjadi salah satu upaya untuk mengurai kemacetan, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat pada hari Minggu, termasuk arus kendaraan menuju Gereja Maria Ratu Semesta Alam.
“Tahun ini 2027, kita akan tata simpang Tugu Jam di Seberang, itu yang selalu macet. Kalau yang ke Gereja Maria Ratu Semesta Alam, kalau hari Minggu kan repot, pasti macet. Nanti kita akan tata simpang situ,” kata Lasarus.
Ia menjelaskan, anggaran sekitar Rp78 miliar telah dialokasikan untuk penataan simpang pada 2027. Sementara itu, anggaran Rp80 miliar disiapkan untuk pembebasan lahan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Anggarannya sudah kita lokasikan 2027 ini Rp78 miliar. Untuk pembebasan lahannya, kami sudah siapkan Rp80 miliar, Pak Bupati. Jadi Pak Bupati cukup bantu nanti negosiasi dengan masyarakat, uangnya kita sudah siapkan,” ujarnya.
Menurut Lasarus, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar proses negosiasi dengan masyarakat dapat berjalan sehingga kebutuhan lahan untuk penataan Simpang Tugu Jam bisa ditindaklanjuti.
Selain penataan simpang, Lasarus juga menyampaikan rencana pembangunan duplikasi Jembatan Melawi untuk membantu mengurai kemacetan di Kabupaten Sintang. Ia mengatakan desain jembatan ditargetkan selesai pada 2027, dengan perkiraan anggaran pembangunan sekitar Rp180 miliar pada 2028.
“Desain jembatan duplikasi Jembatan Melawi selesai tahun ini. Tahun 2028, hitungan saya kurang lebih jembatan itu Rp180 miliar, Pak Bupati. Tahun 2028 saya pastikan itu, selagi saya dipercaya sebagai pimpinan Komisi V,” ungkap Lasarus.
Ia berharap dukungan anggaran pemerintah pusat dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sintang dapat membantu merealisasikan rencana pembangunan tersebut secara bertahap, sehingga kemacetan di sejumlah titik di Kota Sintang dapat dikurangi.










