SINTANG, ujungjemari.id- Pemerintah Kabupaten Sintang menghadapi tantangan berat terkait rendahnya kualitas infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sintang, Mursalin, mengungkapkan bahwa dari total 1.787 kilometer jalan kabupaten, hanya 13,13 persen yang berada dalam kondisi mantap. Fakta ini menunjukkan bahwa mayoritas akses penghubung antarwilayah masih berupa jalan tanah yang rusak ringan hingga berat.
“Saya bilang kenapa kegawatdaruratan, karena dengan 13,13 persen jalan mantap ini, memang situasinya darurat,” ujar Mursalin, Kamis 16 April 2026.
Dikatakannya dengan luas wilayah Sintang yang mencapai 21.635 kilometer persegi membuat penanganan jalan menjadi sangat kompleks. Apalagi, hampir 49 persen dari total wilayah tersebut merupakan kawasan perkebunan yang menuntut mobilitas kendaraan bertonase besar.
Mursalin menjelaskan bahwa secara teknis, jalan yang masuk kategori bagus hanya berkisar 230 kilometer. Sebagian besar jalan mulus tersebut masih terpusat di area perkotaan. Sebaliknya, jalan penghubung menuju kecamatan dan desa masih didominasi kondisi rusak ringan hingga berat.
“Visi Kabupaten Sintang adalah terwujudnya masyarakat yang maju dan berkelanjutan, yang mana misi nomor satunya adalah meningkatkan infrastruktur dasar,” ujar Mursalin
Oleh karenanya, pemerintah daerah kini fokus menjaga fungsionalitas jalan agar arus logistik masyarakat tidak terputus total. Dinas PU terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik krusial yang memerlukan penanganan mendesak di tengah keterbatasan anggaran daerah yang ada. Komitmen perbaikan terus diperkuat agar ketertinggalan infrastruktur di pelosok dapat segera teratasi secara bertahap.
Tujuan utama pemerintah saat ini adalah memastikan hak masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang layak dapat terpenuhi secara merata. Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, melainkan harus menjangkau seluruh pelosok desa.
“Program-program kita yang akan dijalankan ke depan paling tidak mampu menjawab permasalahan di masyarakat,” pungkasnya.








