SINTANG, ujungjemari.id- Sintang menghadapi persoalan sampah yang terus meningkat setiap hari. Di pusat kota, tumpukan limbah rumah tangga menjadi tantangan yang harus segera ditangani secara serius.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah menyebutkan bahwa data yang paling terlihat saat ini berasal dari Kecamatan Sintang sebagai ibu kota kabupaten. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk tinggi meski luasnya relatif kecil.
“Kalau total kabupaten memang belum kami review ulang, tetapi yang terlihat jelas ada di Kecamatan Sintang sebagai ibu kota yang penduduknya padat,” ujarnya, Selasa 14 April 2026 kemarin.
Ia menjelaskan, sumber sampah terbesar berasal dari aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan. Kondisi ini sudah terpantau sejak dirinya menjabat sebagai Camat Sintang, saat turun langsung ke lapangan menghadapi berbagai situasi, termasuk bencana.
Mayoritas sampah berasal dari 16 kelurahan dan 3 desa penyangga di Kecamatan Sintang. Tingginya aktivitas warga berdampak langsung pada volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Dari data riil yang kami angkut ke TPA, jumlahnya mencapai 125 ton per hari. Itu dihitung dari tonase truk, pick up, serta sampah yang dikelola LPM dan pihak ketiga,” jelasnya.
Lonjakan volume terjadi pada hari besar atau perayaan. Jumlah sampah bisa meningkat hingga 135 sampai 150 ton per hari. Kenaikan ini sempat menjadi tantangan dalam pengelolaan di lapangan.
Pemerintah daerah telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyesuaikan kapasitas Tempat Penampungan Sementara. Perhitungan dilakukan agar daya tampung tetap mencukupi saat terjadi lonjakan.
Hasil pemantauan menunjukkan kapasitas TPS masih mampu menampung peningkatan volume sampah. Kondisi ini terlihat saat momentum hari raya yang sempat diuji langsung di lapangan.
“Waktu hari raya kemarin kami pantau, volume sampah memang naik, tetapi tidak melebihi kapasitas TPS yang sudah kami siapkan,” pungkasnya.








