SINTANG, ujungjemari.id- Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny meminta Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang ikut menjadi garda terdepan dalam melawan peredaran narkoba dan pergaulan bebas di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang periode 2026-2030 di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Ronny, kondisi narkoba di Kabupaten Sintang saat ini cukup memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga generasi muda.
Ia menyebut berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sintang tahun 2025, sebanyak 30 persen pengguna yang direhabilitasi berasal dari usia 15 hingga 25 tahun.
“Narkoba sudah masuk ke kampung, sudah masuk sekolah. Ini musuh kita bersama,” ujarnya.
Karena itu, Ronny meminta para perempuan, khususnya ibu rumah tangga, lebih aktif mengawasi perkembangan anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan bebas.
“Ibu-ibu pengurus P2D Sintang, tolong jaga anak-anak kita. Kenali perubahan perilaku anak, jangan kasih ruang untuk narkoba masuk ke meja makan kita,” katanya.
Ia juga mendorong P2D Sintang membuat program penyuluhan bahaya narkoba hingga ke tingkat dusun dengan melibatkan BNN, kepolisian, dan Dewan Adat Dayak.
Selain persoalan narkoba, Ronny juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya Dayak agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, perempuan Dayak memiliki peran penting sebagai penjaga budaya, mulai dari tenun ikat, manik-manik, tarian, bahasa daerah hingga nilai-nilai adat.
“Jangan sampai budaya kita punah di tangan generasi kita. Ajarkan kepada anak cucu kita dan jadikan budaya sebagai kebanggaan,” pesannya.
Ronny juga menilai perempuan Dayak memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah, baik sebagai pelaku UMKM, penenun, petani maupun pedagang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap P2D bisa menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi perempuan sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sintang.









