Anggaran 2026 Dipangkas, Pembangunan Jembatan Ketungau Terpaksa Ditunda

oleh
Kepala Dinas PU Sintang, Mursalin

SINTANG, ujungjemari.id- Rencana penanganan Jembatan Ketungau 2 di Kecamatan Ketungau Tengah dipastikan belum dapat dilaksanakan pada tahun 2026. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang, Mursalin, pada 7 April 2026, menyikapi surat dari Aliansi Peduli Rakyat Seberang (Perang) terkait kondisi jembatan tersebut.

Mursalin menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan langkah awal pembangunan Jembatan Ketungau 2. Namun, dalam prosesnya ditemukan sejumlah persoalan teknis yang memerlukan kajian lebih lanjut sebelum pekerjaan dilanjutkan.

“Terkait Jembatan Ketungau 2, pembangunannya sudah kita lakukan. Tetapi dalam perjalanannya ada hal-hal teknis yang harus diperbaiki dan dikaji ulang,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mendapatkan arahan teknis. Dari hasil komunikasi tersebut, kementerian merekomendasikan agar dilakukan kajian teknis menyeluruh terhadap struktur jembatan.

Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Dinas PU Sintang menggandeng LPPM Universitas Tanjungpura untuk melakukan kajian. Hasilnya, ditemukan sejumlah aspek yang harus diperbaiki, di antaranya abutment jembatan, pilar tengah yang tidak simetris, serta konstruksi plat lantai yang belum menggunakan tulangan ganda sesuai spesifikasi.

“Dari hasil kajian itu, muncul kebutuhan anggaran yang cukup besar, sekitar Rp32 miliar untuk perbaikan struktur,” jelas Mursalin.

Ia menambahkan, anggaran sebesar itu sebenarnya telah diusulkan dalam rancangan RKPD Tahun 2026. Namun, pada tahap penetapan APBD, terjadi pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat yang berdampak langsung pada penghapusan anggaran tersebut.

“Karena kebijakan pemangkasan dana TKD, maka anggaran untuk penanganan Jembatan Ketungau 2 tidak tersedia di APBD 2026,” ungkapnya.

Mursalin pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Ketungau Tengah, karena perbaikan jembatan belum bisa direalisasikan tahun depan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat, penanganan jembatan ini belum bisa dilaksanakan pada 2026,” ucap Mursalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *