Sekda Sintang Tegaskan Eliminasi Anjing Terinfeksi Rabies

oleh
Kartiyus

SINTANG, ujungjemari.id- Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan akan mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus rabies, termasuk melakukan eliminasi terhadap anjing yang terinfeksi. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Sintang, Kartiyus, saat membuka kegiatan penyelidikan epidemiologi kasus rabies oleh tim Kementerian Kesehatan RI di Aula RSUD AM Djoen Sintang, Rabu, 22 April 2026.

Kartiyus mengatakan kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya kasus gigitan anjing rabies di sejumlah wilayah. Bahkan, sejak 6 Maret 2026, Bupati Sintang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.

“Penetapan KLB dilakukan setelah terjadi peningkatan kasus gigitan. Dari Januari sampai Februari 2026 tercatat 107 kasus gigitan rabies,” kata Kartiyus.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika kasus rabies telah menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Ketika sudah ada korban meninggal akibat rabies, kita tidak boleh kalah. Kita harus mengeliminasi anjing penyebab rabies,” tegasnya.

Kartiyus juga mengaku prihatin dengan adanya korban jiwa akibat gigitan anjing rabies. Ia berharap masyarakat dapat memahami langkah yang diambil pemerintah sebagai upaya melindungi warga.

“Saya sedih ada nyawa manusia yang harus hilang. Kita hanya melakukan eliminasi terhadap anjing yang sudah terinfeksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini bukan tanpa tantangan. Pemerintah daerah sebelumnya juga pernah mendapat protes dari pihak tertentu terkait penanganan anjing liar.

“Kita pernah diprotes, tetapi ini demi keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Kartiyus berharap kehadiran tim dari Kementerian Kesehatan RI dapat membantu pemerintah daerah dalam menekan penyebaran rabies di Sintang.

“Kami berharap tim dari Kementerian Kesehatan bisa membantu upaya penanganan rabies di Sintang,” katanya.

Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk serius mengikuti kegiatan tersebut guna meningkatkan pemahaman dalam pencegahan rabies.

“Saya harap semua pihak serius agar penanganan rabies bisa lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *