Cegah Sampah Liar di Jalur Keluar Masuk Rawat Inap RSUD Sintang, DLH Minta Lokasi Dijaga

oleh
Kepala DLH Sintang, Siti Musrikah

SINTANG, ujungjemari.id- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang meminta pengelola TPS3R Akcaya yang berada di jalur keluar masuk ruang rawat inap RSUD Sintang untuk menjaga lokasi sekitar, terutama titik yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

Tumpukan sampah liar tersebut berada sekitar 100 meter dari TPS3R, namun masih dimanfaatkan sebagian warga untuk membuang sampah sembarangan, meski fasilitas resmi telah tersedia.

Kepala DLH Sintang, Siti Musrikah, mengatakan pengawasan perlu diperkuat agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di titik liar tersebut, melainkan langsung ke TPS3R.

“Kami minta bantuan kelurahan dan pengelola TPS3R untuk menjaga lokasi itu, supaya warga tidak lagi buang sampah di sana, tapi langsung ke TPS3R,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan TPS3R sebenarnya sudah cukup untuk menampung sampah masyarakat di wilayah tersebut. Namun, masih ada warga yang memilih membuang sampah di tepi jalan dan membentuk TPS liar baru yang letaknya tidak jauh dari fasilitas resmi.

“TPS3R sudah tersedia dan berjalan. Jadi jangan lagi membuat tempat buang sampah sendiri di pinggir jalan,” tegasnya.

Untuk menertibkan kondisi tersebut, DLH bersama kelurahan dan masyarakat menggelar kerja bakti pada Rabu 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembersihan sekaligus edukasi kepada warga.

DLH juga akan memasang baliho imbauan di lokasi tersebut agar masyarakat mengetahui aturan pembuangan sampah, termasuk jadwal buang sampah yang telah ditetapkan.

“Warga harus buang sampah di TPS3R sesuai jam yang sudah ditentukan, yaitu dari pukul 18.00 sampai 06.00 pagi,” katanya.

Ia menegaskan, lokasi di jalur akses RSUD Sintang tersebut bukan tempat pembuangan sampah resmi, sehingga tidak boleh lagi digunakan sebagai TPS liar.

DLH telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah lanjutan, termasuk penegakan aturan melalui peraturan daerah agar memberikan efek jera.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, supaya persoalan ini benar-benar selesai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *