SINTANG, ujungjemari.id- Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Juni, menyambut baik terbitnya Surat Edaran Bupati Sintang tentang Penghentian Penggunaan Plastik Sekali Pakai yang mulai diberlakukan pada 1 Desember 2025. Ia menilai kebijakan ini penting untuk melindungi lingkungan dan membangun kebiasaan baru yang lebih ramah terhadap alam.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan penggunaan plastik sekali pakai sudah menjadi masalah serius dalam beberapa tahun terakhir. Sampah plastik sulit terurai dan berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan, sungai, serta kesehatan masyarakat.
“Kita semua sudah lihat sendiri bagaimana sampah plastik menumpuk di mana-mana. Jadi ketika pemerintah mengeluarkan aturan ini, saya memandangnya sebagai langkah yang tepat dan harus kita dukung bersama,” ujar Juni, Selasa 18 November 2025.
Ia mengapresiasi upaya Bupati Sintang dan Dinas Lingkungan Hidup yang telah menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada para pelaku usaha, pasar tradisional, hingga masyarakat umum. Menurutnya, perubahan kebiasaan memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan jika semua pihak berkomitmen.
“Saya tahu tidak semua orang langsung terbiasa bawa tas belanja dari rumah. Tapi kalau kita lakukan pelan-pelan, masyarakat pasti bisa menyesuaikan. Yang penting kita semua punya kesadaran bahwa ini untuk kebaikan lingkungan,” tambahnya.
Juni juga mengajak para pelaku usaha, khususnya toko modern, restoran, dan pasar tradisional, agar mematuhi aturan tersebut dan tidak lagi menyediakan kantong plastik sekali pakai. Ia menilai kerja sama dunia usaha sangat menentukan keberhasilan kebijakan tersebut.
“Pelaku usaha saya harap bisa menjadi contoh. Kalau mereka sudah disiplin tidak kasih kantong plastik, masyarakat akan ikut terbiasa. Ini soal kebiasaan saja sebenarnya,” tuturnya.
Selain itu, ia berharap sekolah, komunitas, dan organisasi masyarakat turut menyebarkan edukasi tentang bahaya plastik sekali pakai kepada generasi muda. Menurutnya, anak-anak perlu sejak dini memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Saya berharap sekolah dan komunitas ikut membantu sosialisasi. Kalau anak-anak dari kecil sudah paham soal lingkungan, nanti mereka tumbuh jadi generasi yang lebih peduli,” katanya.










