SINTANG, ujungjemari.id- Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang yang memanjang hingga menghalangi akses masuk tempat usaha mendapat perhatian dari Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala.
Bupati Bala meminta pihak SPBU dan Pertamina memperkuat koordinasi terkait jadwal kedatangan serta penyaluran bahan bakar minyak (BBM), sehingga masyarakat yang hendak mengisi BBM tidak perlu menunggu terlalu lama di badan jalan maupun di depan ruko milik warga.
Menurut Bala, antrean panjang tidak hanya berdampak terhadap pengguna kendaraan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki usaha di sekitar SPBU.
“Yang saya maksud, kawan-kawan dari Pertamina maupun SPBU, koordinasi yang bagus. Kapan minyak datang, jadi ketahuan ini lagi posisi di mana, pembagian jam berapa,” kata Bala di ruang kerjanya, Rabu 19 Agustus 2026.
Ia mencontohkan kondisi di sepanjang lintasan Melawi yang terdapat banyak ruko dan tempat usaha masyarakat. Jika antrean kendaraan sampai memenuhi akses menuju ruko, aktivitas jual beli masyarakat berpotensi terganggu.
Karena itu, Bala berharap pihak SPBU dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkiraan waktu kedatangan BBM. Informasi tersebut dinilai dapat membantu mengatur antrean agar tidak berlangsung terlalu lama dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Kalau mobil-mobil ini nunggu, antre di depan ruko-ruko, sementara di sepanjang lintas Melawi banyak ruko, orang mau jual beli juga, kasihan juga yang lain,” ujarnya.
Bala mengatakan koordinasi juga perlu dilakukan dengan pihak kepolisian, terutama dalam mengantisipasi dampak antrean terhadap kelancaran lalu lintas.
Namun, ia meminta penyelesaian terlebih dahulu dimulai dari pihak-pihak yang secara langsung berkaitan dengan distribusi dan pelayanan BBM.
“Jangan sampai satu masalah menimbulkan masalah yang lain lagi. Koordinasi saja, itu harapan saya,” katanya.
Bala menegaskan, penataan antrean BBM penting dilakukan agar persoalan ketersediaan BBM tidak ikut menghambat aktivitas ekonomi dan lalu lintas masyarakat.
“Saya mau menjaga secara keseluruhan, biar pergerakan ekonomi tak terganggu. Kalau ini (BBM) tersumbat, jangan yang lain juga tersumbat semua,” pungkasnya.










