SINTANG, ujungjemari.id– Sintang yang selama ini dikenal aman dari gempa, kini mulai menghadapi kenyataan baru. Dalam beberapa bulan terakhir, getaran gempa bumi tercatat terjadi di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, Kusnidar, mengatakan kejadian ini menjadi hal yang tidak biasa bagi masyarakat. Ia menyebut, sebelumnya warga hanya melihat peristiwa gempa dari daerah lain melalui media sosial.
“Sekarang kita tidak hanya melihat, tapi sudah merasakan langsung gempa bumi di wilayah kita,” kata Kusnidar di pendopo Bupati Sintang, Selasa 14 April 2026.
Data BPBD mencatat, gempa terjadi di dua kecamatan, yakni Sintang dan Kayan Hilir. Pada Januari, getaran dirasakan di Kelurahan Ladang serta beberapa desa di Kayan Hilir seperti Nyangkom, Mekar Mandiri, dan Nanga Tikan. Kejadian serupa kembali terjadi pada 13 Maret di wilayah yang sama, termasuk Desa Jaya Sakti dan Tanjung Puri.
Dampak gempa mulai terlihat pada kerusakan bangunan dan infrastruktur. Meski tidak menimbulkan korban besar, kondisi ini menjadi sinyal bahwa kesiapsiagaan perlu ditingkatkan.
“Kita harus mulai memahami bahwa gempa ini nyata terjadi di Sintang. Jangan sampai kita tidak siap saat kejadian berulang,” ujarnya.
Kusnidar mengakui, pemahaman masyarakat terkait gempa masih terbatas. Situasi ini berbeda dengan daerah lain yang sudah lebih dulu terbiasa menghadapi bencana serupa. Karena itu, BPBD mulai menggencarkan sosialisasi agar masyarakat tahu langkah yang harus dilakukan.
Ia juga mengingatkan pentingnya tidak panik saat gempa terjadi. Warga diminta tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan agar risiko bisa ditekan.
“Yang penting masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa,” jelasnya.
Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya informasi dan edukasi. Semua pihak diharapkan ikut berperan dalam menghadapi potensi bencana ini.
“Kita tidak ingin panik, tapi harus siap menghadapi kondisi yang sekarang mulai terjadi di daerah kita,” pungkasnya.










