SINTANG, ujungjemari.id– Pemerintah Kabupaten Sintang mengakui kapasitas RSUD Ade M Djoen sudah tidak lagi mampu menampung lonjakan jumlah pasien. Kondisi itu sempat menyebabkan jumlah pasien yang dirawat melebihi kapasitas tempat tidur yang tersedia.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan pemerintah daerah terus memantau kondisi tersebut. Penambahan gedung dan kapasitas tempat tidur kini menjadi salah satu prioritas yang diusulkan kepada pemerintah pusat.
“Beberapa waktu lalu memang terjadi pasien yang melebihi kapasitas tempat tidur. Ini menjadi perhatian kami dan sedang kami diskusikan. Proposal penambahan gedung juga sudah kami sampaikan ke kementerian serta kepada teman-teman di DPR RI,” kata Ronny.
Menurut dia, penambahan gedung menjadi solusi untuk meningkatkan daya tampung rumah sakit rujukan terbesar di wilayah timur Kalimantan Barat tersebut. Jika usulan itu disetujui, kapasitas tempat tidur juga akan bertambah sehingga pelayanan kepada pasien bisa lebih optimal.
Ronny mengatakan jumlah tempat tidur yang dimiliki RSUD Ade M Djoen saat ini tidak lagi sebanding dengan tingginya angka kunjungan pasien.
“Kalau kita lihat, kapasitas tempat tidur rumah sakit memang terbatas. Sementara beberapa waktu lalu jumlah pasien yang masuk melebihi kapasitas. Itu menjadi catatan kami untuk segera menambah gedung baru dan tempat tidur,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah menjadikan persoalan keterbatasan ruang rawat inap sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, peningkatan kapasitas rumah sakit diperlukan agar pelayanan kesehatan tidak terganggu ketika terjadi lonjakan pasien.
Usulan penambahan gedung, kata Ronny, telah diajukan ke pemerintah pusat dengan harapan mendapat dukungan pendanaan. Pemkab Sintang juga menjalin komunikasi dengan anggota DPR RI agar pembangunan tersebut dapat direalisasikan.
“Kami berharap usulan ini mendapat persetujuan sehingga kapasitas rumah sakit bisa ditingkatkan. Penambahan gedung otomatis akan diikuti dengan penambahan tempat tidur untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, persoalan keterbatasan ruang perawatan juga menjadi sorotan DPRD Kabupaten Sintang. Dalam rapat paripurna, Fraksi Amanat Persatuan meminta pemerintah daerah segera menambah kapasitas ruang rawat inap karena pasien kerap harus menunggu lama untuk mendapatkan tempat tidur, bahkan sempat terjadi pasien menunggu di luar ruang perawatan akibat penuhnya kapasitas rumah sakit.









