SINTANG, ujungjemari.id- Ancaman kemarau panjang mulai menghantui Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, Kusnidar, mengatakan informasi tersebut didapat dari hasil koordinasi nasional bersama pemerintah pusat dan instansi terkait. Kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan dampak besar.
“Kita sudah mendapat informasi bahwa puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus. Ini harus kita siapkan dari sekarang,” kata Kusnidar, Selasa, 14 April 2026.
Kemarau ekstrem berpotensi memicu berbagai masalah, mulai dari kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan. Sektor pertanian juga diperkirakan terdampak jika tidak ada langkah antisipasi.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan sekitar. Langkah sederhana dinilai penting untuk mengurangi risiko yang lebih besar.
“Kita tidak bisa anggap ini hal biasa. Dampaknya bisa luas kalau tidak diantisipasi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan. Upaya ini mencakup pemantauan kondisi lapangan hingga penyusunan langkah penanganan jika situasi memburuk.
Kusnidar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca ekstrem.
Ia berharap prediksi tersebut tidak terjadi secara ekstrem. Namun, kesiapan tetap harus dilakukan sebagai langkah antisipasi.
“Kita tentu berharap kondisi bisa berubah, tetapi persiapan tetap harus dilakukan agar kita tidak kaget,” jelasnya.
BPBD menegaskan, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar dampak El Nino bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Kita harus siap dari sekarang supaya dampaknya bisa kita kurangi bersama,” pungkasnya.










