Lima Titik Irigasi di Sepauk Diusulkan Masuk Pendanaan APBN

oleh
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sintang, Agustinus

SINTANG, ujungjemari.id- Pemerintah Kabupaten Sintang mengusulkan rehabilitasi lima jaringan irigasi di Kecamatan Sepauk agar mendapatkan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Aguatinus. Ia menilai perbaikan jaringan irigasi penting untuk mendukung kegiatan pertanian dan membantu masyarakat meningkatkan hasil produksi.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kecamatan Sepauk dan Tempunak mengatakan, infrastruktur irigasi menjadi salah satu kebutuhan yang harus mendapat perhatian pemerintah.

“Saya menyambut baik usulan pemerintah daerah ini. Jaringan irigasi sangat penting bagi masyarakat, khususnya petani. Kalau salurannya berfungsi dengan baik, tentu akan membantu aktivitas pertanian,” ujar Agustinus pada Selasa 3 November 2026.

Usulan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang saat kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama Kementerian Pekerjaan Umum ke Kabupaten Sintang belum lama ini.

Berdasarkan data yang disampaikan, lima lokasi di Kecamatan Sepauk yang diusulkan mendapatkan rehabilitasi jaringan irigasi meliputi D.I. Sepulut SP.I SKPH di Desa Manis Raya, D.I. SP.II SKPH di Desa Buluh Kuning, D.I. Suak, D.I. Buluh Kuning, dan D.I. Kuari.

Menurutnya, kondisi jaringan irigasi yang baik akan membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian. Karena itu, usulan tersebut diharapkan dapat memperoleh perhatian pemerintah pusat.

Politisi PDI Perjuangan inj juga berharap pengajuan yang telah disampaikan pemerintah daerah dapat dikawal agar prosesnya berjalan sesuai tahapan dan kebutuhan masyarakat bisa diperjuangkan.

“Ini merupakan langkah yang baik karena pemerintah daerah sudah berupaya mengusulkan kebutuhan infrastruktur pertanian ke pemerintah pusat. Kita berharap usulan tersebut mendapat dukungan sehingga bisa direalisasikan,” katanya.

Agustinus menambahkan, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat mengolah lahan, tetapi juga harus didukung sarana dan prasarana yang memadai.

“Harapan kita, lima titik irigasi yang diusulkan ini bisa mendapatkan perhatian. Jika jaringan irigasi semakin baik, masyarakat petani juga akan lebih terbantu dalam menjalankan kegiatan pertanian,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *