SINTANG, ujungjemari.id- Pemerataan listrik masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah perbatasan Kabupaten Sintang. Sejumlah permukiman warga di sepanjang jalan paralel Kecamatan Ketungau Tengah belum menikmati aliran listrik, meskipun jaringan listrik sudah menjangkau beberapa kawasan di jalan poros.
Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang diserap anggota DPRD Sintang, Lusi, saat melaksanakan reses di lima desa di Kecamatan Ketungau Tengah.
Lima desa tersebut yakni Tanjung Sari, Kayu Dujung, Radin Jaya, Agro Mulyo, dan Wirayuda. Selain listrik, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan dan penyediaan air bersih.
Lusi mengatakan, persoalan listrik menjadi perhatian karena masih ada permukiman yang belum terjangkau jaringan, terutama kawasan di luar jalan utama atau jalan poros.
Menurutnya, masyarakat berharap perluasan jaringan listrik yang berasal dari arah Kabupaten Kapuas Hulu dapat terus dilanjutkan hingga menjangkau wilayah Senaning dan Balai. Namun, pemerataan tidak boleh hanya berpusat di sepanjang jalan poros.
“Kalau di jalan poros, sebagian sudah ada jaringan listrik. Tetapi di jalan paralel masih banyak yang belum teraliri. Itu yang menjadi harapan masyarakat, supaya jaringan listrik bisa masuk sampai ke permukiman,” kata Lusi saat di jumpai di DPRD Sintang belum lama ini
Salah satu titik yang disampaikan masyarakat berada di Desa Tanjung Sari. Jarak kawasan yang belum teraliri listrik menuju jaringan yang sudah tersedia diperkirakan sekitar enam kilometer.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perluasan jaringan masih dibutuhkan agar masyarakat yang tinggal jauh dari jalur utama tidak terus tertinggal dalam mendapatkan layanan dasar.
Lusi mengakui pembangunan jaringan listrik bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah karena penanganannya melibatkan pemerintah pusat dan pihak penyedia tenaga listrik. Meski demikian, aspirasi masyarakat tetap perlu diperjuangkan agar masuk dalam perhatian instansi berwenang.
Politisi Partai Demokrat ini berharap persoalan yang disampaikan warga dalam reses tidak berhenti sebagai catatan, tetapi diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
“Harapan masyarakat sederhana, listrik bisa masuk sampai ke desa dan permukiman mereka. Jangan hanya jalan poros yang teraliri, sementara kawasan di jalan paralel masih belum menikmati listrik,” pungkasnya.









