SINTANG, ujungjemari.id- Kondisi jalan menuju kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sintang masih membutuhkan perhatian pemerintah. Pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dinilai penting agar masyarakat pedalaman tidak terus mengalami kesulitan akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang fraksi Partai Demokrat , Lusi, berharap usulan peningkatan jalan menuju perbatasan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Menurut Lusi, masyarakat di kawasan perbatasan juga membutuhkan jalan yang layak. Akses jalan yang baik akan mempermudah warga bepergian, mengangkut hasil kebun, serta menjalankan berbagai kegiatan ekonomi.
“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat. Kalau jalannya bagus, warga mau bepergian lebih mudah, membawa hasil kebun juga tidak terlalu susah. Jadi, pembangunan di daerah perbatasan memang harus diperhatikan,” kata Lusi, Selasa, 3 November 2026.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Ketungau Hulu, Ketungau Tengah, dan Binjai Hulu itu mengatakan, pembangunan jangan hanya terfokus di wilayah perkotaan. Masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kabupaten juga membutuhkan fasilitas jalan yang memadai.
Ia memahami pembangunan jalan membutuhkan anggaran besar. Karena itu, dukungan pemerintah pusat melalui APBN perlu terus diperjuangkan agar pembangunan di kawasan perbatasan bisa berjalan.
“Kalau mengandalkan anggaran daerah saja tentu tidak mudah, karena masih banyak kebutuhan lainnya. Jadi, kita berharap pemerintah pusat ikut membantu. Jangan sampai masyarakat di perbatasan terus kesulitan karena kondisi jalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sintang mengusulkan peningkatan jalan menuju perbatasan Malaysia Timur atau Sarawak saat kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama Kementerian Pekerjaan Umum ke Kabupaten Sintang.
Usulan tersebut mencakup lima ruas jalan dengan total panjang 112,2 kilometer, mulai dari ruas Sintang-Semubuk hingga Senangan Kecil-Simpang Mengerat.
Lusi berharap usulan tersebut mendapat tindak lanjut sehingga pembangunan jalan di kawasan perbatasan tidak hanya menjadi rencana.
“Kita berharap usulan ini bisa diperjuangkan sampai terealisasi. Masyarakat di sana juga ingin jalan yang lebih baik supaya aktivitas sehari-hari bisa lebih lancar,” pungkasnya.










