Lima Desa di Tempunak dan Sepauk Diusulkan Dapat PAMSIMAS melalui APBN

oleh
Anggota DPRD Sintang, Vaulinus Lanan

SINTANG, ujungjemari.id- Anggota DPRD Sintang dari fraksi Partai Gerindra, Vaulinus Lanan, menyambut positif usulan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk membangun sarana penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di 31 desa yang tersebar di 10 kecamatan.

Menurut Lanan, usulan tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan sarana air minum dan sanitasi.

Ia menilai, kebutuhan air bersih tidak boleh dipandang sebagai persoalan kecil. Ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.

“Usulan ini patut kita dukung karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus terus berupaya agar desa-desa yang belum memiliki fasilitas memadai bisa mendapatkan perhatian,” ujarnya pada Senin, 2 November 2026.

Usulan PAMSIMAS tersebut disampaikan Bupati Sintang saat kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama Kementerian Pekerjaan Umum ke Sintang belum lama ini. Pemerintah daerah mengajukan 31 desa dari 10 kecamatan agar program tersebut dapat dibiayai melalui APBN.

Lanan mengatakan, banyaknya desa yang masuk dalam usulan menunjukkan masih adanya kebutuhan pembangunan sarana air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan agar pengajuan tersebut tidak berhenti sebatas usulan.

“Kalau bisa direalisasikan melalui APBN, tentu akan sangat membantu daerah. Anggaran daerah memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan pembangunan di desa masih cukup besar,” katanya.

Secara khusus, Lanan menyoroti lima desa di daerah pemilihannya, yakni Kecamatan Sepauk dan Tempunak. Di Kecamatan Sepauk, desa yang diusulkan meliputi Sekubang, Limau Bakti, Riam Kempadik, Semuntai, dan Sungai Segak. Sementara di Kecamatan Tempunak, terdapat Desa Benua Baru.

Ia berharap desa-desa tersebut mendapat perhatian dalam proses pembahasan dan penentuan program. Menurutnya, pembangunan PAMSIMAS harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar memenuhi daftar pengajuan.

“Harapan kita, lima desa di dapil saya ini bisa masuk dalam realisasi program. Jika sarana air bersih tersedia, masyarakat akan lebih mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga kesehatan keluarga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *