Pembangunan Sarana Air Bersih Harus Menjangkau Wilayah Pedalaman

oleh
Ketua Komisi B DPRD Sintang, Hikman Sudirman

SINTANG, ujungjemari.id– Pembangunan sarana air bersih perlu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pedalaman Kabupaten Sintang. Ketersediaan air bersih tidak boleh hanya menjadi perhatian di kawasan perkotaan, tetapi juga harus dirasakan warga desa yang masih membutuhkan fasilitas dasar tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Sintang, Hikman Sudirman, mengatakan usulan pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemerataan pembangunan sarana air bersih harus menjadi perhatian pemerintah, terutama di wilayah pedalaman yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Masyarakat di pedalaman juga berhak mendapatkan fasilitas yang layak. Jangan sampai pembangunan hanya terpusat di wilayah perkotaan, sementara desa-desa masih kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih,” kata politisi Partai Demokrat tersebut pada Selasa, 2 November 2026.

Di Kabupaten Sintang, terdapat enam desa di daerah pemilihan Kayan Hulu dan Kayan Hilir yang masuk dalam daftar usulan PAMSIMAS. Empat desa berada di Kecamatan Kayan Hilir, yakni Sungai Buaya, Pakak, Kempas Raya, dan Nyangkom. Sementara dua desa lainnya berada di Kecamatan Kayan Hulu, yaitu Nanga Tampang dan Topan Nanga.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Sintang saat kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama Kementerian Pekerjaan Umum ke Kabupaten Sintang belum lama ini.

Hikman Sudirman menilai pengajuan melalui APBN penting untuk membantu daerah memenuhi kebutuhan pembangunan. Sebab, kemampuan keuangan daerah memiliki keterbatasan, sedangkan kebutuhan infrastruktur dasar di desa masih cukup besar.

Ia berharap pemerintah daerah terus mengawal usulan tersebut dan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat mendapat perhatian dalam pengalokasian anggaran.

“Harapan kita, enam desa ini bisa mendapat dukungan anggaran dan programnya benar-benar direalisasikan. Pembangunan sarana air bersih harus dirasakan masyarakat sampai ke wilayah pedalaman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *