Rudy Andryas Dorong Peningkatan Jalan Serawai-Ambalau untuk Buka Keterisolasian Desa

oleh
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Rudy Andryas

SINTANG, ujungjemari.id- Keterbatasan akses jalan darat masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Kecamatan Serawai dan Ambalau. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Sintang, Rudy Andryas, meminta pemerintah daerah mengakomodasi pembangunan dan peningkatan jalan penghubung Serawai-Ambalau hingga akses menuju desa-desa.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Ambalau dan Serawai ini menilai, pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Sintang.

Menurut Rudy, masih banyak wilayah yang belum memiliki akses jalan darat memadai. Akibatnya, mobilitas masyarakat dan distribusi barang masih menghadapi kendala. Sebagian warga bahkan harus mengandalkan jalur sungai untuk menjangkau wilayah lain.

“Persoalan jalan ini memang sangat dirasakan masyarakat Serawai dan Ambalau. Akses darat masih minim. Karena itu, kita berharap pembangunan maupun peningkatan jalan penghubung kedua kecamatan ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Partai NasDem ini mengatakan, pembangunan jalan tidak cukup hanya menghubungkan pusat kecamatan. Akses menuju desa-desa juga perlu diperhatikan agar masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman tidak terus menghadapi keterbatasan transportasi.

Menurutnya, keterbukaan akses jalan akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain mempermudah perjalanan, infrastruktur yang memadai juga membantu petani dan pelaku usaha membawa hasil produksi ke pasar.

Akses jalan juga penting untuk mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan serta memperlancar distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sintang dapat menyusun prioritas pembangunan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat di kedua kecamatan tersebut.

Rudy juga mendorong pemerintah daerah memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Sebab, pembangunan infrastruktur di wilayah perhuluan membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit.

“Kita ingin keterisolasian desa-desa di Serawai dan Ambalau bisa dikurangi. Masyarakat di sana juga berhak menikmati akses transportasi yang layak. Jangan sampai mereka terus mengalami kesulitan hanya karena jalan belum tersedia atau kondisinya belum memadai. Harapan kita, pemerintah daerah bisa mengakomodasi kebutuhan ini dalam program pembangunan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *