SINTANG, ujungjemari.id- Akses jalan menuju kawasan perkebunan masih menjadi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sepauk dan Tempunak, Kabupaten Sintang. Kondisi jalan yang belum memadai membuat warga kesulitan mengangkut hasil panen, terutama kelapa sawit, dari kebun menuju tempat penjualan.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sepauk dan Tempunak, Kusnadi, mengatakan jalan produksi perkebunan perlu mendapat perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, banyak warga saat ini mulai mengembangkan tanaman perkebunan, seperti kelapa sawit. Namun, usaha tersebut perlu didukung infrastruktur jalan yang memadai agar hasil produksi dapat diangkut dengan lancar.
“Sekarang masyarakat sedang menggalakkan penanaman tanaman perkebunan seperti sawit dan tanaman lainnya. Karena itu, mereka membutuhkan jalan untuk menuju kebun dan mengangkut hasil panennya,” ujar Kusnadi kepada ujungjemari.id pada Minggu 1 November 2026.
Ia mengungkapkan, persoalan jalan produksi tersebut menjadi salah satu aspirasi yang diterimanya ketika melaksanakan reses di lima desa, yakni Desa Kenyabur Baru di Kecamatan Tempunak serta Desa Temawang Bulai, Manisraya, Sungai Segak, dan Pagal Baru di Kecamatan Sepauk.
Kusnadi menyebutkan, sejumlah warga mengeluhkan kesulitan mengeluarkan hasil perkebunan karena akses jalan yang belum mendukung. Kondisi ini dapat menghambat kegiatan usaha dan pemasaran hasil panen.
“Rata-rata masyarakat membutuhkan jalan untuk mengeluarkan hasil buminya. Ada hasil produksi sawit yang terkendala keluar karena kondisi jalan. Padahal, itu merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat,” katanya.
Ia menilai, perbaikan jalan produksi perkebunan dapat membantu petani mengangkut hasil panen sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.
Kusnadi berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut dan mempertimbangkannya dalam perencanaan pembangunan infrastruktur.
“Kami berharap jalan produksi perkebunan ini bisa mendapat perhatian pemerintah. Kalau akses jalan baik, masyarakat akan lebih mudah membawa hasil kebun dan kegiatan ekonomi mereka juga semakin lancar,” ucap Kusnadi.









