SINTANG, ujungjemari.id– Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sintang hingga tahun 2030. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2027 di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 9 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Wakil Bupati Sintang, Ketua DPRD Sintang, jajaran OPD Pemerintah Provinsi Kalbar, Forkopimda, instansi vertikal, OPD Pemkab Sintang, serta peserta Musrenbang lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang masih menjadi tantangan besar. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.787 kilometer, hanya 13,13 persen yang berada dalam kondisi mantap, sementara sisanya masih rusak dengan kategori sedang hingga berat.
“Setelah satu tahun menjalankan RPJMD, kita masih dihadapkan pada sejumlah isu strategis dan tantangan besar, terutama pada aspek penyediaan layanan dasar infrastruktur. Persentase jalan dalam kondisi mantap baru mencapai 13,13 persen,” ujarnya.
Ia juga memaparkan capaian layanan dasar lainnya. Akses air bersih baru mencapai 54,2 persen, akses sanitasi layak sebesar 70,1 persen, dan rumah layak huni sebesar 94,1 persen. Sementara itu, pembangunan sumber daya manusia yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih berada di bawah harapan.
“Semua kondisi ini merupakan isu strategis yang harus kita pecahkan bersama,” tegasnya.
Pada sektor ekonomi, Bupati menyebut pertumbuhan ekonomi daerah masih stagnan di kisaran 4 hingga 5 persen. Oleh karena itu, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 menjadi instrumen penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan tersebut.
Berdasarkan arah kebijakan RPJMD 2025–2029, tema pembangunan Kabupaten Sintang pada tahun 2027 adalah “Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Berkualitas untuk Memperkuat Daya Saing Daerah yang Berkelanjutan.”
“Tema ini mengarahkan kita untuk fokus pada peningkatan infrastruktur jalan dan permukiman, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi daerah melalui UMKM, koperasi, pertanian, dan pariwisata, pengendalian inflasi, pengelolaan lingkungan hidup, serta peningkatan pelayanan publik melalui digitalisasi tata kelola pemerintahan,” jelasnya.










