SINTANG, ujungjemari.id-Tumpukan sampah kembali muncul di Kelurahan Akcaya, tepatnya di jalan akses keluar masuk ruang rawat inap RSUD Sintang. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat bersih selama beberapa bulan.
Padahal, di lokasi pembuangan liar tersebut telah dipasang spanduk larangan membuang sampah. Namun imbauan itu belum diindahkan oleh sebagian masyarakat.
Lurah Akcaya, Vercelly Vianney, mengakui munculnya kembali tumpukan sampah tidak terlepas dari keterbatasan pengawasan serta sumber daya yang dimiliki.
“Kita sempat jaga selama tiga bulan dan waktu itu kondisinya aman. Tapi setelah pengawasan tidak lagi intensif, sampah kembali muncul seperti sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan jumlah petugas menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di titik yang rawan dijadikan lokasi pembuangan liar.
“Kita akui ada keterbatasan, baik dari sisi tenaga maupun anggaran,” katanya.
Selama ini, penanganan sampah juga banyak dilakukan secara swadaya oleh pengurus TPS3R bersama masyarakat. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, pelayanan turut menjangkau wilayah lain meski dalam kondisi terbatas.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kesadaran bersama dari masyarakat agar lingkungan tetap terjaga.
Ia juga menilai peran RT dan RW sangat penting dalam mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan yang bukan tempat pembuangan resmi.
Kondisi ini menjadi perhatian karena lokasi tumpukan sampah berada di jalur strategis yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk keluarga pasien yang menuju RSUD Sintang.
Kelurahan Akcaya berharap ke depan ada dukungan yang lebih kuat, baik dari sisi kebijakan maupun partisipasi warga, sehingga persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kalau tidak dijaga bersama, kondisi seperti ini akan terus terjadi,” pungkasnya.









