SINTANG, ujungjemari.id- Hujan yang turun sejak sore tak menyurutkan langkah warga RT 11 Sengkuang untuk berkumpul di Masjid Daarus Sakinah, Minggu 12 April 2026 malam. Ratusan warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, datang menghadiri acara halal bihalal dan silaturahmi. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti umat Muslim, tetapi juga warga non Muslim yang ikut merasakan hangatnya kebersamaan.
Sejak pagi hari, warga terlihat kompak bergotong royong. Mereka memasang tenda dan menyiapkan tempat acara secara swadaya. Meski pembangunan masjid belum sepenuhnya rampung, bangunan tersebut sudah bisa digunakan dan menjadi pusat kegiatan bersama.
Ketua RT 11, Pratama Suharyadi Putra , mengaku terharu melihat antusiasme warganya. Ia bahkan tidak menyangka jumlah yang hadir begitu banyak.
“Alhamdulillah, ini kalau dihitung ada sekitar seribu warga. Baru kali ini saya melihat warga berkumpul sebanyak ini. Tema kita malam ini adalah memupuk rasa solidaritas dan kerukunan umat beragama. Jadi tidak hanya umat Muslim saja yang kita undang, tapi juga warga non Muslim,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi. Menurutnya, acara ini terlaksana berkat kebersamaan masyarakat.
“Kami belum bisa menyediakan semuanya, tapi bapak ibu semua luar biasa. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi malam ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ustaz Imam Harmaini dalam tausiyahnya mengangkat makna halal bihalal sebagai upaya memperbaiki hubungan antar sesama. Ia menilai praktik toleransi di lingkungan tersebut sangat nyata.
“Di Masjid Daarus Sakinah inilah saya belajar arti toleransi, saling menghargai, dan tolong-menolong. Ini bukan hanya teori, tapi saya melihat langsung praktiknya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, halal bihalal berarti melepaskan simpul-simpul dalam hati. “Kalau ada yang retak, mari kita perbaiki. Yang putus kita sambung kembali. Yang tidak bertegur sapa, mari kita mulai lagi,” katanya.
Suasana semakin hangat saat acara ditutup dengan tradisi salam-salaman. Warga saling berjabat tangan, saling memaafkan, tanpa melihat perbedaan. Tawa dan senyum terlihat di wajah mereka, mencairkan sekat yang mungkin sempat ada.
Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan di lingkungan RT 11, sehingga tercipta suasana yang aman, tenang, dan sejahtera tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan.









