460 Prajurit Batalyon 642 Kapuas Berangkat ke Papua, Bupati Sintang: Semuanya Harus Pulang

oleh

SINTANG, ujungjemari.id- Sebanyak 460 prajurit Batalyon 642 Kapuas meninggalkan Sintang, Kalimantan Barat, untuk menjalankan tugas di Papua. Di antara deretan prajurit yang bersiap berangkat, ratusan keluarga berdiri melepas kepergian mereka dengan harapan yang sama: seluruhnya kembali dalam keadaan selamat.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala melepas keberangkatan pasukan tersebut di Markas Batalyon 642 Kapuas, Selasa, 11 Agustus 2026. Ia didampingi Komandan Batalyon 642 Kapuas Letkol Inf Jefry M. Tampubolon, Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, serta sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sintang.

Sebelum meninggalkan Sintang, para prajurit mendapat pesan langsung dari Bupati Gregorius. Menggunakan handy talky milik Komandan Batalyon 642 Kapuas, Gregorius menyampaikan doa agar seluruh prajurit mendapat perlindungan selama menjalankan tugas.

Namun, ada satu kalimat yang paling ditekankan Gregorius.

“Saya berdoa dan berharap juga, yang berangkat dan pulang kembali ke Sintang, jumlahnya sama. Semuanya kembali dalam keadaan sehat,” ujar Gregorius melalui handy talky di hadapan para prajurit.

Pesan itu terdengar sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi keluarga yang melepas mereka. Sebab, tugas yang menanti berada jauh dari Sintang, di wilayah yang memiliki tantangan keamanan tersendiri.

Sebanyak 460 prajurit tersebut akan menjalankan tugas dalam Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dan Pengamanan Wilayah di kawasan perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Tugas mereka bukan hanya menjaga garis perbatasan. Para prajurit juga bertanggung jawab menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamankan patok-patok batas negara.

Dalam menjaga stabilitas keamanan, mereka akan berkoordinasi dengan Polri dan aparat setempat untuk menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan, termasuk aktivitas kelompok separatis.

Di luar tugas keamanan, para prajurit juga akan menjalankan pembinaan teritorial. Mereka akan hadir di tengah masyarakat di wilayah pedalaman, termasuk membantu pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Kehadiran prajurit diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga di wilayah operasi.

Mereka juga akan membantu mencegah berbagai aktivitas ilegal di kawasan perbatasan, seperti penyelundupan barang dan pelintas batas secara ilegal.

Bagi Batalyon 642 Kapuas, keberangkatan ini bukan sekadar perpindahan pasukan dari Sintang menuju Papua. Ini adalah perjalanan untuk menjalankan mandat negara.

Sementara bagi keluarga yang mengantar, perjalanan itu menyisakan satu doa yang terus dibawa hingga para prajurit kembali: tugas selesai, seluruh pasukan pulang dengan selamat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *