SINTANG, ujungjemari.id- Keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat Pemerintah Kabupaten Sintang harus mencari berbagai sumber dukungan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta kepala sekolah tidak hanya menunggu program dari pemerintah daerah, tetapi aktif mengusulkan kebutuhan sekolah agar peluang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat semakin terbuka.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bala dalam rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, narasumber dari provinsi dan kepala sekolah jenjang TK, SD serta SMP di Pendopo Bupati Sintang, Senin (10/8/2026).
Bupati Bala mengakui kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini terbatas. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan perbaikan gedung, sarana maupun prasarana pendidikan secara bersamaan.
Namun, keterbatasan anggaran daerah menurutnya bukan alasan untuk berhenti memperjuangkan kebutuhan sekolah.
“Kondisi keuangan Kabupaten Sintang saat ini terbatas. Namun, kita tidak boleh patah arang. Kita tetap berupaya agar anggaran dari pemerintah pusat dapat masuk dan dimanfaatkan untuk sekolah-sekolah kita,” ujar Bupati Bala.
Ia mengatakan bantuan pemerintah pusat tentu tidak dapat diberikan kepada seluruh sekolah sekaligus karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
Karena itu, Bupati Bala meminta kepala sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, terutama dalam memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan data yang diperlukan untuk pengajuan bantuan.
Menurutnya, sekolah harus aktif mengusulkan kebutuhan yang memang diperlukan.
“Yang sudah diminta saja belum tentu datang, apalagi kalau kita tidak meminta. Minimal kita harus berusaha. Kita harus mengusulkan dan memperjuangkannya,” katanya.
Bupati Bala menilai koordinasi antara sekolah dan Dinas Pendidikan menjadi hal penting agar setiap peluang mendapatkan dukungan anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ia juga mengingatkan kepala sekolah agar tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD Kabupaten Sintang.
Pasalnya, dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, pemerintah daerah harus mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan yang memungkinkan untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan.
“Kalau kita tidak bergerak, tidak mengusulkan, tidak memenuhi persyaratan, dan tidak berkoordinasi, maka bantuan atau kebutuhan yang kita harapkan tidak akan datang,” tegasnya.










