SINTANG, ujungjemari.id– Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta kepala sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin menjadi bagian penting dalam sistem kerja pemerintahan dan dunia pendidikan.
Bupati Bala bahkan meminta setiap sekolah setidaknya memiliki satu orang tenaga yang mampu menguasai teknologi informasi untuk membantu berbagai kebutuhan administrasi dan sistem kerja berbasis digital.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, narasumber dari provinsi serta kepala sekolah jenjang TK, SD dan SMP di Pendopo Bupati Sintang, Senin (10/8/2026).
Menurut Bupati Bala, perubahan sistem kerja yang semakin banyak menggunakan teknologi memang dapat menjadi tantangan, terutama bagi kepala sekolah maupun guru yang sudah lebih senior.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk tidak mengikuti perkembangan teknologi.
“Kita tidak harus bisa mengerjakan semuanya sendiri, tetapi kita harus mampu menggerakkan anggota kita,” ujar Bupati Bala.
Ia mengatakan seorang kepala sekolah memiliki fungsi sebagai pemimpin dan manajer. Karena itu, kepala sekolah tidak harus menguasai seluruh pekerjaan teknis, tetapi harus mampu mengidentifikasi sumber daya yang ada di sekolah dan menggerakkannya.
Bupati Bala meminta kepala sekolah memanfaatkan kemampuan para guru yang lebih menguasai teknologi.
“Kalau kita menjadi kepala sekolah, tidak mungkin guru-guru di situ tidak ada yang bisa,” katanya.
Menurutnya, jika suatu sekolah benar-benar tidak memiliki tenaga yang mampu mengoperasikan sistem teknologi informasi, persoalan tersebut harus disampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk dicarikan solusi.
Ia bahkan mengusulkan agar setiap sekolah memiliki setidaknya satu tenaga yang mampu menjadi penggerak dalam penggunaan teknologi.
“Paling tidak satu sekolah harus ada satu yang bisa,” tegasnya.
Bupati Bala menilai kemampuan teknologi informasi semakin penting karena sistem kerja pemerintahan dan pendidikan saat ini banyak menggunakan aplikasi serta layanan digital.
Karena itu, kepala sekolah dituntut tidak hanya mampu mengelola guru dan peserta didik, tetapi juga memastikan sekolah mampu mengikuti perubahan sistem kerja.
Ia meminta para kepala sekolah tidak menjadikan usia maupun keterbatasan kemampuan teknologi sebagai alasan untuk berhenti belajar.
“Tidak boleh dengan alasan, ‘Pak, saya jadul, saya tidak tahu IT.’ Kalau memang tidak bisa, kita harus mencari orang yang bisa,” tegasnya.









