SINTANG, ujungjemari.id- Keluhan masyarakat terkait jalan rusak di Kabupaten Sintang terus meningkat. Warga dari berbagai wilayah mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang, becek, hingga sulit dilalui. Masalah ini tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi tersebar di banyak ruas jalan, termasuk yang tidak sempat viral di media sosial.
Data pemerintah daerah menunjukkan, total panjang jalan berstatus jalan kabupaten di Sintang mencapai 1.787 kilometer. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 13,13 persen yang dalam kondisi mantap. Sisanya masih dalam kondisi kurang baik dan membutuhkan perbaikan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian bersama. Ia menyebut, banyaknya jalan rusak memang tidak lepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah saat ini.
“Soal jalan rusak di Sintang, kita juga paham keluhan masyarakat. Tapi kondisi sekarang memang dipengaruhi efisiensi anggaran. Sebenarnya pemerintah daerah sudah merencanakan perbaikan, semua sudah kita pikirkan. Cuma kalau dananya belum ada, kita juga tidak bisa berbuat banyak,” ujar Sandan saat ditemui di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai rencana perbaikan sudah disusun, namun pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Kami yakin pemerintah daerah pasti akan ambil kebijakan, karena tidak mungkin jalan rusak ini dibiarkan. Tapi perbaikan juga tidak bisa langsung atau instan, karena semua harus lewat proses dan persetujuan anggaran. Kalau dipaksakan sebelum anggaran ada, nanti malah jadi masalah,” jelasnya.
Polisi partai Gerindra ini menambahkan, perbaikan jalan sebenarnya sudah diusulkan untuk tahun 2026. Namun, efisiensi anggaran membuat rencana tersebut harus disesuaikan kembali.
“Kami minta masyarakat bersabar. Pemerintah pasti akan cari jalan supaya perbaikan bisa dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya.









