SINTANG, KALBAR– Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Sintang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dengan tujuan utama, yaitu pemilihan pengurus baru dan perencanaan epik untuk Pesparani pertama tingkat kabupaten.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 7 Desember 2023.
Ketua LP3KD Kabupaten Sintang periode 2018-2023, Agustinus Hata menyampaikan refleksi lima tahun kepengurusan yang berhasil dilantik pada 8 September 2018 di Pendopo Bupati Sintang.
“Sudah 5 tahun kita jalani bersama, mengukir sejarah keikutsertaan dalam Pesparani Nasional, dan menjalankan audisi demi audisi sebagai persiapan untuk panggung Pesparani tingkat nasional,” ucap Hata.
Dalam pandangan Hata, pekerjaan rumah bagi pengurus baru bukan hanya pemilihan kepengurusan, namun juga menata pondasi untuk pelaksanaan Pesparani tingkat kabupaten. “Kami ingin membentuk tim paduan suara yang siap pakai di setiap kecamatan, menjalankan pembinaan dan pengembangan paduan suara secara kontinyu, serta menggelar pelatihan music liturgi Katolik dan pelatihan untuk pelatih musik liturgi di Sintang,” terang Hata.
Menyisir perjalanan lima tahun terakhir, Hata tak lupa mengapresiasi dukungan penuh yang diterima LP3KD Kabupaten Sintang dari Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Selama 5 tahun, kita telah mengelola dengan pertanggungjawaban sesuai peraturan perundang-undangan dan standar akuntansi keuangan daerah,” ujar Hata.
Michell Eko Hardian, Ketua Panitia Musda I LP3KD Kabupaten Sintang, menjelaskan peran kunci Musda sebagai kekuasaan tertinggi dalam merumuskan kebijakan dan program strategis organisasi. “Dengan tema ‘Kebersamaan dalam Keberagaman,’ Musda ini menjadi momentum emas, terutama menghadapi Pemilu 2024 yang menuntut tanggung jawab segenap komponen bangsa,” ungkap Hardian.
Musda bukan sekadar ajang pemilihan pengurus, namun juga panggung kebersamaan. Menurut Hardian, kehadiran berbagai pihak, mulai dari ketua dan sekretaris LP3K Kecamatan, pastor paroki, hingga tokoh agama, membuktikan komitmen bersama dalam mengelola organisasi.
“Peserta terdaftar mencapai 162 orang, melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan,” terang Hardian, mencerminkan keragaman dan kesatuan yang diharapkan oleh tema Musda.
Dia menambahkan bahwa hasil dari Musda ini akan mencakup pemilihan Ketua Umum beserta kepengurusan periode 2023-2028, penetapan Rencana Kerja LP3KD Kabupaten Sintang, serta rencana pelaksanaan Pesparani I tingkat kabupaten.
Dengan penuh harapan dan semangat, LP3KD Sintang melangkah maju ke depan, siap merajut kebersamaan dalam keberagaman, meresapi demokrasi organisasional, dan mengukir prestasi gemilang di panggung Pesparani tingkat kabupaten.










