SINTANG, ujungjemari.id- Asap masih terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, meski titik api dan hotspot sudah tidak terdeteksi dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terkendali.
Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran. Hasilnya, tidak ditemukan lagi aktivitas kebakaran yang menghasilkan asap.
Menurutnya, asap yang masih terlihat diduga merupakan asap kiriman dari wilayah lain yang masih mengalami kebakaran hutan dan lahan.
“Beberapa hari ini titik api sudah tidak ada, hotspot juga tidak ada. Kami sudah mengecek ke lokasi dan memang tidak mengeluarkan asap lagi,” kata Kusnidar, Senin (19/10/2026).
Meski titik api sudah nihil, BPBD Sintang tidak menghentikan upaya pencegahan. Petugas masih melakukan patroli dan pendinginan, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan mengalami kebakaran kembali.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, sekaligus memastikan kondisi wilayah yang sebelumnya terbakar benar-benar aman.
Kusnidar menjelaskan, status penanganan karhutla di Kabupaten Sintang kini telah memasuki masa transisi menuju pemulihan. Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 12 November 2026.
Pada masa ini, pemerintah daerah masih melakukan sejumlah langkah untuk memastikan kondisi pascakebakaran tetap terkendali.
BPBD Sintang Dapat Bantuan Presiden
Selain melakukan patroli, BPBD Sintang juga mempersiapkan pengadaan sarana dan prasarana untuk memperkuat penanganan karhutla.
Kusnidar menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sintang memperoleh bantuan presiden sebesar Rp10 miliar untuk mendukung penanganan karhutla. Anggaran tersebut dibagi untuk tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan.
BPBD Sintang mendapat alokasi lebih dari 40 persen dari total bantuan tersebut.
Anggaran yang diterima BPBD direncanakan untuk pengadaan kendaraan, peralatan pemadam kebakaran, serta mendukung kebutuhan operasional petugas di lapangan.
Kebutuhan operasional itu termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan dukungan bagi satuan tugas penanganan karhutla.
“Untuk pengadaan, kami sudah masuk prosesnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bulan ini bisa terealisasi,” ujar Kusnidar.
Ia berharap dukungan anggaran tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama ketika memasuki periode rawan karhutla.
Meski kondisi saat ini mulai membaik, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sebelum meluas.










