SINTANG, ujungjemari.id- Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengimbau para pengecer bahan bakar minyak (BBM) agar tidak menjual BBM dengan harga terlalu tinggi di tengah kelangkaan pasokan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Harga Pertalite eceran saat ini dilaporkan mencapai Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu per liter.
Bupati Bala mengatakan, pada prinsipnya masyarakat diharapkan membeli BBM langsung melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun, ia memahami penjualan BBM secara eceran masih terjadi di lapangan dan menjadi alternatif bagi masyarakat ketika kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Karena itu, ia berharap para pengecer tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan tidak mematok harga terlalu tinggi, meskipun pasokan BBM sedang terbatas.
“Jangan terlalu tinggi, misalnya katakan tiga ribu atau lima ribu di atas HET yang di SPBU,” ujar Bupati Bala usai kegiatan green policing di Suaka Enggang, Hutan Wisata Baning, Sintang, Senin 19 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak dapat menetapkan harga eceran tertinggi (HET) BBM di luar SPBU secara sepihak karena ketentuan harga BBM telah diatur oleh pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah daerah tetap mengedepankan imbauan agar harga di tingkat pengecer tidak terlalu mahal dan tidak memberatkan masyarakat.
Di sisi lain, kelangkaan BBM di Sintang dipengaruhi kendala distribusi akibat kondisi air yang surut. Pengiriman BBM melalui jalur air mengalami hambatan, sementara distribusi melalui jalur darat belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan BBM di lapangan dan membuat sebagian masyarakat mencari alternatif melalui penjual eceran, meski harus membayar lebih mahal dibandingkan harga di SPBU.
Bala berharap para pengecer tidak memanfaatkan situasi kelangkaan untuk mengambil keuntungan berlebihan. Ia juga mengharapkan seluruh pihak dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi dan ikut menjaga agar harga BBM tetap wajar.
Pemerintah Kabupaten Sintang pun mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kewajaran harga saat membeli BBM eceran, sembari berharap distribusi dan ketersediaan pasokan dapat kembali membaik.










