SINTANG, ujungjemari.id- Keberhasilan putra-putri Kabupaten Sintang menembus Paskibraka tingkat nasional dan Provinsi Kalimantan Barat disebut bukan hasil kebetulan. Proses seleksi yang ketat dan profesional menjadi salah satu kunci lahirnya prestasi tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, saat kegiatan penyambutan satu Paskibraka Nasional dan dua Paskibraka Provinsi Kalimantan Barat asal Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (27/8/2026).
Abdul menegaskan sejak awal proses rekrutmen Paskibraka dilakukan secara profesional tanpa membeda-bedakan peserta.
Menurutnya, panitia seleksi tidak ingin ada praktik titipan atau intervensi yang membuat peserta yang tidak memenuhi syarat justru dinyatakan lolos.
“Seleksi itu kita lakukan secara profesional. Kita tidak boleh membeda-bedakan, tetapi yang kita lihat adalah kemampuan dan prestasi yang mereka miliki,” kata Abdul.
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan secara ketat dengan melihat berbagai aspek, mulai dari kemampuan intelektual, keseragaman, fisik hingga kemampuan lainnya yang menjadi persyaratan Paskibraka.
Abdul bahkan menegaskan sejak awal pihaknya tidak ingin menerima informasi berupa titipan yang dapat memaksakan peserta tertentu untuk diluluskan.
“Kami sudah tegas dari awal, kami tidak mau lagi menerima informasi yang tidak benar sampai kepada kami berupa titipan dan lain sebagainya. Anak yang sebenarnya tidak memenuhi syarat jangan dipaksakan lulus, dan yang memenuhi syarat jangan sampai tidak diluluskan,” ujarnya.
Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 33 peserta berhasil lolos sebagai Paskibraka Kabupaten Sintang. Selanjutnya, dua orang berhasil mewakili Sintang di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Sementara satu nama berhasil mencatatkan prestasi lebih tinggi dengan lolos sebagai Paskibraka Nasional, yakni Mirza Rafi Navazani dari SMA Negeri 1 Sintang.
Prestasi Rafi menjadi catatan membanggakan karena ia tidak hanya berhasil menjadi bagian dari tim Paskibraka Nasional, tetapi juga dipercaya masuk dalam Tim Delapan.
Rafi bahkan mendapat kepercayaan sebagai pembentang Bendera Merah Putih pada upacara penurunan bendera di tingkat nasional.
Abdul mengatakan, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi yang dilakukan di daerah mampu menghasilkan putra terbaik yang memenuhi standar hingga tingkat nasional.
“Ini mampu mengukir sejarah, merepresentasikan bahwa Sintang mewakili Kalimantan Barat masuk dalam Tim Delapan dan dipercayakan sebagai pembentang bendera Merah Putih,” katanya.
Menurut Abdul, selama mengikuti pendidikan di tingkat pusat selama kurang lebih 40 hari di Jakarta, para Paskibraka mendapat pembinaan yang sangat ketat, terutama dari sisi fisik, kemampuan dan mental.
Ia bersyukur Rafi mampu mengikuti seluruh proses tersebut hingga akhirnya memperoleh kepercayaan untuk menjalankan tugas penting dalam upacara kenegaraan.
Abdul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan dan seleksi Paskibraka Sintang.
Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, mulai dari panitia seleksi, jajaran Kesbangpol, pemerintah daerah, sekolah, keluarga hingga masyarakat.
“Ini bukan karena kekuatan hebat kami sendiri, tetapi karena tim bekerja dengan baik dan kompak sehingga kita mampu mengukir sejarah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul juga mengapresiasi perhatian Bupati Sintang terhadap para Paskibraka.
Menurutnya, Bupati Sintang terus memantau perkembangan anak-anak Sintang yang mengikuti seleksi dan pendidikan Paskibraka, baik melalui laporan jajaran Kesbangpol maupun informasi yang berkembang di media sosial.
Bahkan, sebelum keberangkatan, para Paskibraka diajak untuk melaporkan langsung persiapan mereka kepada Bupati Sintang.
Setelah mereka kembali ke Sintang, Bupati juga meminta agar digelar kegiatan penyambutan sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas perjuangan para Paskibraka yang telah membawa nama baik daerah.
Abdul berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi para Paskibraka untuk meraih cita-cita di masa depan.
Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan apabila nantinya para Paskibraka membutuhkan rekomendasi maupun dukungan lainnya untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.
“Kita berharap ini menjadi langkah awal mereka. Ke depan bagaimana mereka bisa berjuang untuk cita-cita mereka. Jika memang diperlukan, mungkin dukungan dari pemerintah dalam bentuk rekomendasi dan lainnya, tentu kita siap,” pungkasnya.










