Bupati Sintang Minta Sekolah Perkuat Karakter Siswa, Waspadai Ancaman Narkoba dan Pergaulan Bebas

oleh

SINTANG, ujungjemari.id- Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik sebagai salah satu upaya menghadapi berbagai tantangan generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bala saat membuka rapat kerja dan rapat koordinasi kepala sekolah jenjang TK, SD dan SMP di Pendopo Bupati Sintang, Senin (10/8/2026).

Menurut Bupati Bala, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian kurikulum dan prestasi akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak-anak agar mampu menghargai orang lain, menghormati orang tua dan guru serta memahami dirinya sendiri.

“Yang lebih penting adalah karakter. Bagaimana anak-anak kita bisa menghargai orang lain, menghormati orang tua, menghormati guru, dan mampu menempatkan dirinya dengan baik di tengah masyarakat,” ujar Bupati Bala.

Ia mengatakan, prestasi pelajar Sintang seperti keberhasilan seorang siswa menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional merupakan kebanggaan bersama.

Namun, menurutnya, pemerintah, sekolah dan masyarakat juga tidak boleh menutup mata ketika terjadi perilaku negatif yang melibatkan anak-anak.

Bupati Bala menilai keberhasilan pendidikan harus dilihat secara utuh. Ketika anak berhasil, semua pihak patut memberikan apresiasi. Sebaliknya, ketika muncul persoalan perilaku, hal tersebut juga harus menjadi tanggung jawab bersama untuk diperbaiki.

Ia meminta kepala sekolah dan guru terus memberikan pendampingan kepada peserta didik, terutama dalam menghadapi pengaruh lingkungan.

“Apalagi sekarang kita tahu masalah obat, masalah narkoba, masalah pergaulan bebas. Ini saya rasa tidak lain dan tidak bukan yang kami harapkan dari Bapak-Ibu guru semua untuk mengingatkan kepada anak-anak kita,” katanya.

Bupati Bala juga mendorong sekolah membantu anak mengenali dirinya, termasuk memahami latar belakang keluarga, lingkungan dan kemampuan diri.

Dengan mengenal dirinya, kata dia, anak diharapkan tidak mudah memaksakan diri mengikuti kehidupan teman-temannya.

“Anak-anak harus mengenal dirinya sendiri,” tegasnya.

Ia berharap penguatan karakter menjadi perhatian bersama antara pemerintah, sekolah dan keluarga demi membentuk generasi muda Sintang yang memiliki kepribadian baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *