SINTANG, ujungjemari.id- Fraksi Amanat Persatuan DPRD Kabupaten Sintang meminta Pemerintah Kabupaten Sintang segera meningkatkan sarana dan prasarana di RSUD Ade M Djoen. Sejumlah persoalan yang dinilai masih menghambat pelayanan kesehatan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sintang.
Juru Bicara Fraksi Amanat Persatuan DPRD Kabupaten Sintang, M Agung Gumiwang, mengatakan pelayanan rumah sakit perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung saat menyampaikan pandangan umum fraksinya terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sintang, Rabu (8/7/2026).
Menurut Agung, dari lima ruang operasi yang tersedia di RSUD Ade M Djoen, hanya dua ruang yang saat ini dapat difungsikan. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan operasi kerap mengalami kendala dan antrean pasien.
Selain itu, Fraksi Amanat Persatuan juga menyoroti keterbatasan mesin hemodialisa atau mesin cuci darah. Jumlah alat yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pasien dari Kota Sintang maupun wilayah sekitarnya sehingga masih banyak warga yang harus menjalani cuci darah di rumah sakit di Kabupaten Melawi.
Agung juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi fisik bangunan rumah sakit. Ia menyebut sejumlah fasilitas membutuhkan perawatan, termasuk plafon di beberapa instalasi dan ruang perawatan yang mengalami kerusakan, salah satunya di selasar ruang ICU.
Tak hanya itu, Fraksi Amanat Persatuan menilai kapasitas ruang perawatan pasien juga perlu segera ditambah. Menurutnya, keterbatasan tempat tidur membuat pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan ruang rawat inap setelah masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Bahkan sempat ada pasien yang harus menginap di teras aula dekat area parkir karena menunggu ruang perawatan yang tersedia,” kata Agung.
Menanggapi masukan tersebut, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny 1menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Ade M Djoen.
Penjelasan itu disampaikan Ronny saat rapat paripurna DPRD Kabupaten Sintang, Kamis (9/7/2026).
Ronny mengatakan belum optimalnya tiga ruang operasi disebabkan gangguan pada sistem pendingin udara (AC) sentral. Perbaikan belum dapat dilakukan karena membutuhkan teknisi khusus dan tidak bisa ditangani oleh teknisi lokal.
“Maintenance AC sentral harus dikerjakan oleh teknisi khusus sehingga proses perbaikannya membutuhkan penanganan dari pihak yang berkompeten,” ujarnya.
Terkait layanan cuci darah, Ronny mengakui saat ini RSUD Ade M Djoen baru memiliki tujuh mesin hemodialisa. Kondisi itu terjadi karena ruang hemodialisa yang ada belum memenuhi standar dan sementara masih memanfaatkan ruang ICU.
Ia menjelaskan pembangunan gedung hemodialisa sebenarnya telah dianggarkan pada 2025. Namun, kebijakan efisiensi anggaran menyebabkan proyek tersebut belum selesai sepenuhnya karena masih terdapat pekerjaan lantai dan plafon yang harus diselesaikan.
Sebagai solusi, pemerintah daerah saat ini sedang menjajaki kerja sama operasional dengan pihak ketiga atau vendor. Skema tersebut tidak hanya untuk penyediaan mesin hemodialisa, tetapi juga menyelesaikan pembangunan gedung baru.
“Pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan pelayanan 20 mesin hemodialisa dapat direalisasikan pada tahun ini,” kata Ronny.
Ia juga memastikan perawatan fisik bangunan rumah sakit akan menjadi prioritas dalam penganggaran mendatang. Selain itu, penambahan kapasitas tempat tidur pasien juga menjadi fokus pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.








