SINTANG, ujungjemari.id- Upaya mengurai kemacetan yang semakin meningkat di Kota Sintang mulai disiapkan melalui rencana pembangunan Jembatan Melawi II. Saat ini, tahapan awal berupa studi teknis tengah dilakukan dengan usulan anggaran mencapai Rp5 miliar.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan bahwa anggaran tersebut diperuntukkan khusus untuk kebutuhan studi, sebagai dasar sebelum pelaksanaan pembangunan fisik dilakukan.
“Saat ini masih dalam tahap studi. Studi tersebut sedang dilakukan, dan untuk pembiayaannya kemarin sudah saya mintakan kurang lebih sebesar Rp5 miliar. Anggaran itu khusus untuk studi saja,” ujar Lasarus, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, studi yang dilakukan tidak hanya fokus pada pembangunan jembatan, tetapi juga mencakup penataan arus lalu lintas di kawasan sekitar. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemacetan yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan di Sintang.
“Studi ini juga mencakup rencana pembangunan bundaran. Nantinya, dari arah Pontianak menuju Bandara Susilo akan dibuat bundaran. Setelah itu, dilakukan penataan simpang di ujung Jembatan Melawi yang mengarah ke Pontianak,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahapan awal yang dilakukan adalah studi penataan simpang dan bundaran, sekaligus studi pembangunan jembatan. Setelah studi selesai, penataan simpang akan dilakukan terlebih dahulu sebelum pembangunan jembatan dimulai.
“Pekerjaan ini akan didahului dengan penataan simpang terlebih dahulu. Setelah studi selesai, baru dilakukan penataan simpang, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jembatan,” tambahnya.
Lasarus menilai, pembangunan Jembatan Melawi II bukan hanya untuk menambah akses, tetapi juga sebagai solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan di Sintang.
Selain itu, ia menyoroti kondisi Jembatan Melawi yang saat ini menjadi satu-satunya akses utama penghubung wilayah Sintang dengan Kapuas Hulu. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terlebih jembatan itu sudah beberapa kali ditabrak ponton.
“Kondisi ini cukup mendesak, karena Jembatan Melawi sudah beberapa kali ditabrak ponton. Selain itu, jembatan ini merupakan satu-satunya akses utama. Jika terjadi sesuatu, tentu akan berdampak besar bagi masyarakat Sintang maupun Kapuas Hulu,” tegasnya.
Terkait lokasi pembangunan Jembatan Melawi II, Lasarus menyebut akan diserahkan kepada pemerintah berdasarkan hasil kajian teknis, dengan mempertimbangkan percepatan penanganan.
“Untuk lokasi jembatan, nanti diserahkan kepada pemerintah untuk menentukan mana yang lebih cepat bisa ditangani. Karena itu, penanganan ini menjadi prioritas dan bersifat darurat untuk segera dilakukan,” pungkasnya.










