SINTANG, ujungjemari.id- Keterlambatan penyerapan anggaran kembali menjadi sorotan di Kabupaten Sintang. Komisi B DPRD meminta pemerintah daerah segera berbenah agar pelaksanaan APBD tahun 2026 tidak kembali tersendat.
Ketua Komisi B DPRD Sintang, Sudir, mengatakan percepatan realisasi anggaran sangat penting agar program pembangunan bisa dirasakan masyarakat sejak awal tahun. Ia menilai pola lama yang menumpuk kegiatan di akhir tahun harus ditinggalkan.
Menurutnya, perencanaan yang matang sejak awal akan membantu perangkat daerah bekerja lebih terarah. Kegiatan tidak boleh menunggu terlalu lama hanya karena persoalan administrasi atau koordinasi yang lemah.
“Serapan anggaran harus dimulai sejak awal tahun. Jangan lagi menunggu hingga pertengahan atau bahkan akhir tahun baru bergerak,” kata Sudir di DPRD Sintang, Selasa 7 April 2026 kemarin.
Ia juga mengingatkan bahwa lambatnya penyerapan berdampak langsung pada ekonomi daerah. Proyek yang tertunda membuat perputaran uang di masyarakat ikut melambat, termasuk bagi pelaku usaha lokal.
Pihaknya lanjut dia, akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja organisasi perangkat daerah. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap program berjalan sesuai jadwal.
Sudir berharap seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan anggaran. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, tetapi juga ketepatan dalam penggunaannya.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi antar instansi agar tidak terjadi hambatan teknis di lapangan. Setiap kendala harus segera diselesaikan tanpa menunda pekerjaan.
“Kalau perencanaan baik dan pelaksanaan disiplin, serapan anggaran bisa optimal. Kami tidak ingin kejadian keterlambatan terulang di tahun 2026,” tutup Sudir.










