Sosialisasi SIPLAN Disdukcapil Dinilai Masih Perlu Diperluas

oleh
Sebastian Jaba

SINTANG, ujungjemari.id- Pemanfaatan layanan administrasi kependudukan secara online melalui aplikasi SIPLAN di Kabupaten Sintang dinilai belum maksimal. Banyak masyarakat diketahui belum mengenal sistem tersebut, padahal layanan ini menjadi penting di tengah penerapan work from home (WFH).

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) lebih aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan layanan tersebut.

“Masih banyak masyarakat kita yang belum tahu apa itu SIPLAN dan bagaimana cara menggunakannya,” ujar Jaba, Rabu 25 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi ini perlu segera ditangani karena SIPLAN seharusnya bisa menjadi solusi untuk mempermudah pelayanan, terutama saat sebagian aktivitas pelayanan dilakukan secara terbatas akibat WFH.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, tanpa sosialisasi yang baik, program yang sudah dibuat tidak akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau masyarakat tidak tahu, tentu layanan ini tidak akan digunakan. Padahal tujuannya untuk mempermudah,” katanya.

Jaba menilai, Disdukcapil perlu turun langsung ke lapangan atau memanfaatkan berbagai media informasi agar masyarakat lebih memahami fungsi dan cara penggunaan SIPLAN.

“Harus ada langkah nyata untuk mengenalkan SIPLAN, baik melalui desa, kecamatan, maupun media sosial,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tidak semua masyarakat terbiasa menggunakan layanan digital. Karena itu, sosialisasi perlu dilakukan secara sederhana dan mudah dipahami.

Menurutnya, peran aparat desa juga penting untuk membantu menjelaskan kepada warga, terutama di wilayah yang akses informasinya masih terbatas.

“Sosialisasi harus menyentuh sampai ke desa. Jangan hanya di kota saja,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan pentingnya pemanfaatan SIPLAN dengan kebijakan WFH yang sedang diterapkan. Layanan online dinilai bisa menjadi solusi agar pelayanan tetap berjalan tanpa harus selalu tatap muka.

“WFH ini harus diimbangi dengan pelayanan online yang benar-benar berjalan dan dipahami masyarakat,” tegasnya.

Jaba berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar SIPLAN lebih dikenal luas dan benar-benar dimanfaatkan.

“Kalau sosialisasi berjalan baik, masyarakat pasti terbantu dan pelayanan bisa lebih cepat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *