Jaba Minta Pemkab Segera Rehab Jembatan Jangkus di Kecamatan Dedai

oleh
Sebastian Jaba

SINTANG, ujungjemari.id- Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang segera melakukan rehabilitasi berat terhadap Jembatan Jangkus di Kecamatan Dedai.

Jembatan tersebut menjadi akses utama bagi warga di beberapa desa dan saat ini kondisinya dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.
Jaba menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah, salah satunya di Desa Pengkadan Sungai Rupa.

Ia menemukan kondisi Jembatan Jangkus yang panjangnya sekitar 20 meter dan lebar 4 meter sudah tidak layak lagi dilewati. Menurutnya, kondisi jembatan ini dapat membahayakan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.

“Saya sudah turun langsung ke lokasi. Jembatan Jangkus ini kondisinya sangat mengkhawatirkan dan harus segera direhab berat,” kata Jaba, Minggu 23 November 2025.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa jembatan ini merupakan penghubung penting antar desa, seperti Desa Pengkadan Sungai Rupa, Desa Kumpang, Desa Hulu Dedai, dan Desa Apin Baru. Aktivitas masyarakat di empat desa tersebut sangat bergantung pada keberadaan jembatan ini, baik untuk mengangkut hasil pertanian, pergi ke sekolah, maupun kebutuhan sehari-hari.

“Jembatan ini menjadi urat nadi bagi masyarakat di empat desa. Banyak warga menyampaikan permintaan supaya pemerintah segera memperbaikinya,” ujar Jaba.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memasukkan perbaikan jembatan ini dalam skala prioritas karena menurutnya keselamatan masyarakat harus diutamakan. Selain itu, ia menilai perbaikan jembatan tersebut akan sangat membantu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pemkab menindaklanjuti keluhan masyarakat ini. Masalah jembatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi menyangkut keselamatan dan jalannya ekonomi warga,” ungkapnya.

Jaba menambahkan bahwa masyarakat setempat sudah lama berharap ada penanganan terhadap Jembatan Jangkus. Ia menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi ini agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Kami akan terus mendorong pemerintah supaya segera menangani persoalan ini. Masyarakat sudah menunggu lama dan akses itu sangat vital bagi kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *