SINTANG, ujungjemari.id– Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas daerah agar suasana aman, damai, dan penuh kerukunan yang selama ini dirasakan masyarakat tidak hilang dan hanya tinggal kenangan.
Pesan tersebut disampaikan Gregorius Herkulanus Bala saat kegiatan pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama periode 2026–2031 di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Bala mengakui Kabupaten Sintang belakangan ini menghadapi berbagai persoalan yang menjadi tantangan bersama. Meski demikian, ia menilai masyarakat masih patut bersyukur karena kondisi daerah tetap aman dan terjaga dengan baik.
“Sintang akhir-akhir ini selalu dihadapkan pada berbagai persoalan, dan itulah yang menjadi tantangan kita bersama. Hari ini kita menyadari bahwa kita sedang menikmati perdamaian dan kerukunan,” ujarnya.
Menurut Bala, banyak orang baru menyadari pentingnya suasana damai ketika kondisi tersebut mulai hilang. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi kondusif di Kabupaten Sintang agar tetap dirasakan setiap hari.
“Jangan sampai kondusifitas daerah ini hanya tinggal kenangan. Ketenangan itu harus selalu dialami, dijaga, dan ditingkatkan,” tegasnya.
Bala menekankan, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh tokoh agama dan pemimpin umat yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Ia menilai para tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.
“Peran tokoh agama sangat kami butuhkan karena para pemimpin umat selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memiliki kedekatan batin dengan umatnya,” katanya.
Selain itu, Bala menyebut kondisi daerah yang aman dan damai menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, investor maupun pihak perbankan akan melihat stabilitas keamanan sebelum menanamkan modal atau memberikan pembiayaan di suatu daerah.
“Kalau daerah tidak tenang, itu menjadi kendala terbesar kita. Investor akan ragu, begitu juga perbankan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bala juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi di media sosial yang sumbernya tidak jelas. Ia meminta FKUB ikut membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi isu yang dapat mengganggu persatuan.
“Sekarang siapa saja bisa membuat unggahan di media sosial. Karena itu kita harus pandai memilah mana informasi yang patut dipercaya dan mana yang tidak,” pesannya.
Bala berharap pengurus FKUB Kabupaten Sintang yang baru dikukuhkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga toleransi serta memperkuat keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Sintang.










