40 Hari di Jakarta, Mirza Rafi Pelajar Sintang Dipercaya Jadi Pembentang Bendera di Istana Negara

oleh

SINTANG, ujungjemari.id- Empat puluh hari berada di Jakarta menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Mirza Rafi Navazani, pelajar SMAN 1 Sintang yang dipercaya menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026.

Rafi menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026.

Sepulang dari Jakarta, Rafi bersama dua anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Barat asal Sintang, Muhamad Dzaki Raiha Nur dari MAN 1 Sintang dan Chelly Spania Pielda dari SMA Negeri 3 Sintang, disambut Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 26 Agustus 2026.

Rafi mengatakan selama berada di Jakarta, ia tidak hanya menjalani latihan. Para anggota Paskibraka juga mengikuti kegiatan belajar dan mengunjungi sejumlah tempat, di antaranya Arsip Nasional Republik Indonesia dan Taman Mini Indonesia Indah.

Pengalaman tersebut membuatnya bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang dan sifat yang berbeda-beda. Dari kegiatan tersebut wawasan dan rasa nasionalisme saya menjadi semakin meningkat,” kata Rafi.

Ia mengungkapkan latihan tempo dan baris-berbaris berlangsung selama sekitar dua minggu. Selama proses latihan, Rafi mendapat kepercayaan dari pelatih hingga akhirnya ditunjuk sebagai pembentang bendera Merah Putih dalam upacara di Istana Negara.

Bagi Rafi, tugas tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Apalagi ia berkesempatan melihat secara langsung bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati.

“Saya juga sudah melihat langsung bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati. Saya dipilih menjadi pembentang bendera Merah Putih dan saya lakukan dengan terbaik. Pelatih juga mempercayai saya selama latihan dan pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi mengatakan keberhasilan Rafi merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat, pembekalan hingga karantina dan pendidikan serta pelatihan intensif di tingkat nasional.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi modal bagi Rafi untuk terus berkarya dan menjadi teladan bagi generasi muda Sintang.

“Jadikan pengalaman ini sebagai modal utama untuk terus berkarya menjadi teladan bagi generasi muda lainnya serta menjaga nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Abdul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *